HAKIKAT KESUKSESAN


Oleh Boy Hadi Kurniawan

Setiap kita pasti ingin sukses dalam hidup. Setiap kita pasti ingin menjadi orang yang berhasil bukan orang yang gagal. Karena kesuksesan berarti keberhasilan mencapai apa yang kita inginkan. Kita mungkin menginginkan kecukupan harta atau kekayaan, karena setiap kita pasti membutuhkan harta untuk melangsungkan hidup dan membahagiakan hidupnya. Setiap kita pasti juga menginginkan karir yang baik dan tinggi, karena dengan karir berarti kita memiliki kekuasaan. Atau kita menginginkan pendidikan, pasangan hidup, keluarga, asset berupa mobil, rumah, perusahan dan sebagainya yang kita akan dapat mengantarkan kita pada ketenangan dan kebahagiaan hidup. Atau kita menginginkan kelak setelah tiada didunia ini, kita mendapatkan keridhaan Allah dan masuk kedalam surga-Nya. Akan tetapi ada orang yang sukses dan ada yang tidak?
Kalau kita perhatikan banyak definisi yang mengartikan tentang kesuksesan itu. Ada yang mengidentikan sukses dengan banyak harta dan asetnya seperti mobil, rumah, tanah, tabungan, investasi dan lain-lain seperti para konglomerat yang memiliki harta ratusan juta bahkan miliaran. Ada yang mengartikan sukses itu dengan tinggi jabatannya,jadi direktur, komisaris, manajer atau jadi bupati, walikota, gubernur, anggota DPR/DPRD, Mentri atau bahkan Presiden. Ada juga yang mengartikan sukses itu dengan tingginya pendidikan yang ditempuhnya, memiliki gelar Sarjana, Master, Doktor bahkan Profesor. Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan menghasilkan karya besar dan bermanfaat bagi ummat manusian, seperti orang-orang yang terkenal karena penemuannya Thomas Elva Ediosne, Alexander Grahambell, atau seperti Mother Theressa yang mendapatkan hadiah Nobel perdamaian . ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan keberhasilan dalam mempengetaruhi orang lain dan sebagai pemimpin besar seperti Rasulullah Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang ditulis oleh Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh paling berpengaruh didunia, dia menempakan Nabi Muhammad saw sebagai orang yang paling berpengaruh dan paling berhasil sebagai pemimpin.
Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan popularitas, seperti artis, model, dan penyanyi. Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan berhasil meraih prestasi tertinggi dalam dunia olahraga, seperti atlet yang berhasil memenangkan medali emas, di olimpiade, asian games, kejuaraan dunia bulutangkis, atlet sepak bola ternama yang memiliki gaji yang sangat besar seperti David Beckham, Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane dan sebagainya. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan keberhasilan mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan kebahagiaan dan ketenangan hidup, buat apa kaya katanya, kalau hidup kita tidak tenang, tidak bisa tidur nyenyak, tidak bisa makan dengan enak. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan disukai, disenangi dan dicintai orang lain. Ada juga yang mengartikan kesuksesan, karena telah berkorban terhadap bangsa dan Negara seshingga di beri gelar Pahlawan. Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan keberhasilan secara spiritual melaksanakan perintah-perintah Allah seperti shalat, puasa, membayar zakat, naik haji dan perintah-perintah agama lainnya.
Kalau begitu, kesuksesan itu tidak bisa didefinisikan?! Alias kesuksesan itu relative atau tidak sama. Memang makna dan tingkat kesuksesan itu tidak sama atau tidak bisa kita samakan satu dengan yang lainnya. Seperti tidak semua orang sukses itu harus kaya, seperti para pahlawan bangsa, kita semua pasti sepakat dan menyataan bahwa mereka adalah orang sukses, tapi mereka belum tentu kaya dan banyak yang bahkan tidak kaya. Karena memang setiap kita memiliki kepribadian yang berbeda, potensi yang berbeda dan tujuan hidup yang berbeda. Akan tetapi secara umum sukses itu sesungguhnya bisa kita definisikan yaitu seperti yang dikatakan DR John C Maxwell bahwa kesuksesan itu adalah bertumbuh sesuai dengan potensi kita dan bermanfaat bagi orang lain. Atau menurut Zig Ziglar bahwa kesuksesan itu adalah mencapai keberhasilan dalam kekayaan, karir, pendidikan , keluarga, masyarakat, artinya tercapai keseimbangan hidup.
Kemudian dalam sebuah Hadist, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa orang yang sukses adalah orang yang hari ininya lebih baik dari hari kemarin. Secara lengkapnya beliau mengatakan ‘siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin itulah orang yang merugi, siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin itulah orang yang celaka dan siapa yang lebih baik hari ini itulah orang yang beruntung (sukses). Kemudian beliau juga pernah menyampaikan dalam sebuah hadist lainnya bahwa “orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang paling besar manfaatnya bagi orang lain”. Dalam hadist lain dikatakan bahwa “orang yang paling mulia disisi Allah, adalah orang yang paling baik akhlaknya atau perilakunya”
Jadi kalau begitu saya menyimpulkan definisi sukses itu adalah ; pertama, berhasil mencapai cita-cita dan visi hidup kita. Kedua, tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi kita masing-masing. Ketiga,terwujudnya keseimbangan hidup yang meliputi harta, pendidikan, karir, keluarga, masyarakat, dan spiritual. Keempat, bermanfaat bagi orang lain. Kelima, hari ini lebih baik dari hari kemarin walaupun hanya 1 % saja dalam segala hal baik ilmu, amal, harta, ibadah, karir, prestasi dan lain-lainnya. Keenam, baik kepribadian dan akhlaknya sehingga dicintai orang lain. Ketujuh, setelah meninggalkan dunia, mendapatkan ridha dan masuk kedalam surga.
Lalu kenapa ada orang yang sukses dan ada yang tidak? Apakah sebabnya? Ternyata penyebab kesuksesan ataupun kegagalan seseorang adalah dirinya sendiri. Bukan karena orang lain, bukan karena pendidikan, bukan karena latar belakang keluarga, bukan karena factor keberuntugan, bukan karena fisik yang sehat dan kuat, bukan karena suku bangsa. Kesuksesan atau kegagalan itu lebih disebabkan oleh pemikiran, suasana hati, kebiasaan, karakter/sikap, dan tindakan seseorang. Kenapa begitu? Bukankah dia bisa sukses karena orang tuanya kaya, dia bisa sukses karena pendidikannya tinggi, dia bisa sukses karena kebetulan saja, dia bisa sukses karena sehat, sementara saya mudah sakit dan berbagai macam alasan lain yang diungkapkan sebagai alasan kenapa seseorang gagal.
Memang ada betulnya, yang dikatakan itu, orang yang orang tuanya kaya peluang untuk suksesnya lebih besar, karena dia mungkin punya modal untuk berbisnis misalnya. Akan tetapi banyak kita lihat orang yang orang tuanya kaya justru, ketika bisnisnya dilanjutkan anaknya perusahaannya jadi bangkrut. Kenapa begitu karena ternyata anaknya adalah orang yang pemalas, tidak bertanggung jawab, tidak jujur, suka berfoya-foya, tidak disiplin, tidak bisa memimpin dan ternyata penyebab utamany adalah dirinya sendiri.
Akan tetapi sebaliknya banyak contoh yang kita orang yang dari latar belakang keluarga yang miskin, pendidikan yang rendah menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Sebagai contoh, Andrie Wongso seorang motivator dan pengusaha sukses Indonesia berasal dari latar belakang keluarga sederhana, bahkan dia tidak tamat SD, akan tetapi dia mampu menulis buku-buku best seller yang dibaca oleh orang yang pendidikannya tinggi dan orang-orang yang kaya. Soichiro Honda, penemu, pendiri dan pemilik perusahaan Honda Motor yang sangat terkenal diseluruh dunia, bahkan tidak sekolah sampai perguruan tinggi, postur tubuhnya pendek, keluarganya juga sederhana dan miskin, akan tetapi karena kemauannya yang kuat untuk belajar dan berusaha akhirnya bisa sukses dan tetap mempertahankan sikap sederhanya serta tidak mewariskan harta kekayaan apapun untuk anak-anaknya, kecuali meninggalkan pelajaran agar anaknya bisa hidup mandiri tanpa tergantung dari orang lain. Lalu bagaimana kalau kita dilahirkan dalam keadaan cacat, sebenarnya tidak juga menjadi alasan untuk gagal dan putus asa dalam hidup.
Kita bisa belajar dari orang-orang yang dilahrikan dalam keadaan cacat, tapi mereka bisa sukses luar biasa seperti Hirotada otatake, John Foppe, Hellen keller, Tony Christiansen, Lois Braille, dan lain-lainnya. Mereka tidak punya tangan, tidak punya kaki, tidak punya mata, tapi karena kemauannya yang kuat, pikirannya yang positif mereka justru mampu menjadikan rintangan dan kelemahan tersebut sebagai kekuatannya. Hirotada ototake berhasil menjadi penulis terkenal, buku-bukunya best seller, padahal dia tidak memiliki tangan dan kaki, dia menulis dengan mulutnya. Hellen keller adalah seorang wanita yang buta, akan tetapi bisa menjadi seorang penulis yang terkenal. John Foppe dilahirkan tanpa lengan, tapi bisa meraih gelar sarjana dan menjadi motivator yang berbicara dihadapan ribuan orang. Atau seperti Syaikh Ahmad Yassin, di Palestina, walaupun dia lumpuh dari masa remajanya, akan tetapi mampu menjadi pemimpin bangsanya untuk melawan penjajahan Israel atas negaranya. Ternyata factor fisik tidak menentukan kesuksesan. Kita juga melihat bahkan orang-orang yang masuk Rumah Sakit Jiwa, justru kebanyakan secara fisiknya mereka terlihat sehat, dan bugar akan tetapi pikiran, hati dan sikapnya yang menyebabkan mereka gagal.
Kalau factor pendidikan dan ilmu bagaimana? Ilmu dan pendidikan memang sangat penting. Akan tetapi kalau ilmu itu banyak tapi tidak diamalkan juga tidak ada gunanya. Tapi orang yang memiliki ilmu dan keterampilan yang sedikit tetapi dia amalkan dengan sungguh-sungguh sehingga dia bisa sukses. Sebagai contoh, ada seorang tukang bakso di kampung saya, yang membuka warung bakso, bisa punya penghasilan 2 sampai 3 juta sehari. Berarti dalam sebulan dia berpenghasilan 60 sampai 90 juta. Padahal dia hanya tamat SD. Coba bandingkan dengan para sarjana yang banyak menganggur hari ini. Kita lihat saja menurut data Dikti ada 300 ribu pengangguran intelektual di Indonesia pada tahun 2005 yang berpendidikan sarjana.
Berdasarkan uraian diatas, kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh kecerdasan, pendidikan, kekayaan, keturunan dan keberuntungan. Lalu apa yang menjadi penentu kesuksesan? Jawabannya kesuksesan itu tergantung pada pikiran, mentalitas, kebiasaan, sikap dan karakter kita.
Kenapa pikiran dan karakter yang menentukan? Karena kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan, dan karakter kitalah yang menyebabkan kita berhasil atau gagal. Ketika kita memiliki pikiran negative, suka berburuk sangka pada diri sendiri ataupun orang lain, maka kita juga akan mendapatkan respon yang negative dari lingkungan kita. Sedangkan jika kita memiliki sikap dan karakter yang negatif seperti pemalas, mudah putus asa, lalai, sombong, suka menunda pekerjaan maka tidak aka nada pekerjaan yang kita lakukan akan berhasil. Ketika kita bekerja pada orang atau lembaga lain sebagai karyawan, dengan karakter yang seperti ini maka kita pasti akan dipecat atau diturunkan jabatan kita. Apalagi jika kita sedang membangun usaha sendiri atau wirausaha, maka bisnis kita akan cepat bangkrut.
Pikiran, sikap dan karakter seperti apa yang menentukan kesuksesan kita? Jawabannya adalah : pertama, pikiran positif. Yaitu pikiran yang selalu melihat hidup ini dalam kacamata positif. Pikiran positif ini berarti kita senantiasa memikirkan hal-hal yang positif, hal-hal yang baik, memaknai setiap peristiwa dari sudut pandang positif, serta selalu optimis dalam menjalani hidup. Kedua, pikiran visioner atau dreamer, yaitu selalu berpikir kedepan atau berpikir jangka panjang. Stephen R Covey dalam bukunya Sevent Habits for Highly Effective People Habit mengatakan bahwa salah satu kebiasaan yang harus kita miliki untuk meraih kemenangan pribadi adalah berpikir dari akhir atau mulai dari akhir yang kita inginkan. Ketika kita ingin melakukan sesuatu maka kita bayangkan dulu bagaimana akhir atau hasil yang kita inginkan. Akibatnya kita mendapatkan gambaran kerja seperti apa yang mesti kita lakukan untuk mencapai hasil akhir yang kita inginkan. Semua penemuan dan karya besar dari para ilmuwan atau seniman besar berawal dari imajinasi mereka membayangkan hasil akhir yang diinginkannya.
Ketiga pikiran kreatif, yaitu pikiran yang menghasilkan ide, gagasan dan tindakan yang baru. Orang yang berpikir kreatif tidak menyukai hal-hal yang statis, sebaliknya mereka menyukai sesuatu yang baru. Pikiran kreatif inilah yang mengantarkan orang Jepang hari ini menjadi Raksasa Ekonomi Dunia, karena mereka mengamalkan cara berpikir kreatif ini. Mereka melakukan yang namanya amati, tiru dan modifikasi disingkat (ATM). Bangsa jepang bukan penemu mobil, akan tetapi mereka melihat orang amerika dan eropa membuat mobil, mempelajari caranya kemudian melakukan modifikasi dengan membuat mobil yang harganya lebih murah, bensinnya lebih irit dan modelnya yang lebih menarik dan variatif. Akibatnya hari ini produk mobil jepang menguasai pasar asia, eropa bahkan juga amerika mengalahkan ford, Chrysler dan general motor yang lebih dahulu ada.
Keempat, pikiran berilmu (ilmiah), yaitu pikiran yang berisi ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas serta mendalam. Pikiran berilmu ini akan mengantarkan seseorang meningkatkan kualitas dan kapasitas dirinya. Ketika kualitas dirinya meningkat maka hasil kerja dan produktivitasnya akan meningkat. Akibatnya jika dia bekerja pada orang lain ataupun bekerja untuk dirinya sendiri, maka hasil kerjanya akan baik dan berkualitas yang mengantarkan dia pada karir dan prestasi yang lebih baik.
Kemudian sikap seperti apa yang akan mengantarkan kita menuju sukses, yaitu : pertama; kejujuran yaitu sikap yang sesuai antara perkataan, isi hati dan perbuatan, yang menyebabkan seseorang tidak mau berdusta dan menipu orang lain. Kedua, sikap pantang menyerah yaitu sikap tidak akan mundur dan putus asa sebelum meraih keberhasilan, akibatnya dia terus mencoba. Ketiga, sikap berani mencoba dan berani gagal yaitu sikap berani menerapkan ide dan gagasan kreatif yang dimilikinya, walaupun mengandung resiko kerugian, namun tidak ada tindakan yang baik dan berguna tanpa adanya resiko dan konsekuensi yang ditanggung. Akibatnya dia mendapatkan pelajaran dimana kunci keberhasilan atau kegagalan dari percobaan yang dia lakukan. Keempat sikap disiplin yaitu sikap menghargai waktu, tidak membuang waktu dengan percuma, tepat waktu sesuai dengan perencanaan, memiliki rencana kerja apa yang mesti dilakukan dan tidak serabutan dalam bekerja. Kelima sikap komitmen yaitu sikap yang berpegang pada prinsip, teguh dalam pendirian, menepati janji dan rencana yang sudah dibuatnnya. Keenam sikap fleksibel yaitu sikap yang toleran, tidak kaku dapat beradaptasi dengan berbagai tipe manusia ataupun situasi dan kondisi yang berbeda, dapat merubah rencana jika hasilnya tidak sesuai keinginan tanpa merubah tujaunnya. Ketujuh sikap sabar yaitu sikap yang tahan terhadap penderitaan, kesulitan ataupun godaan untuk memperoleh kenikmatan sementara. Kedelapan, sikap bertanggung jawab yaitu sikap tidak suka melemparkan kesalahan pada orang lain, atau mencari kambing hitam, atau lari dari tugas dan kewajibannya. Kesembilan adalah sikap focus atau berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang digelutinya. Berusaha untuk mengerjakan tugas yang dilakukannya, tanpa terpecah konsentrasi melakukan yang lain sampai pekerjaannya itu berhasil. Sementara orang yang tidak focus adalah orang yang suka berpindah-pindah kerja, padahal kerja yang dia lakukan sebelum tidak berhasil. Padahal kitab suci al qur’an mengajarkan bahwa setelah selesai satu pekerjaan, maka kerjakan pekerjaan yang lain. Artinya selesaikan dulu focus dulu pada satu pekerjaan baru kita melakukan pekerjaan yang lain.
Kebiasaan seperti apa yang dapat mengantarkan pada kesuksesan? Pertama, kebiasaan Membaca yang seiring dengan kebiasan belajar, bertanya, dan berdiskusi tentang hal-hal yang ingin kita ketahui. Kedua kebiasaan bekerja dan bertindak tidak hanya NATO (No Action Talk Only) yaitu kebiasaan berbuat dan melaksanakan ide dan gagasan kita. Ketiga kebiasaan beribadah, berdoa, dan berzikir kepada Allah swt yaitu kebiasaan untuk membangun kecerdasan spiritual dalam diri, agar meraih kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian hati. Sebagaimana kata Allah “sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati akan terasa tenang (QS Al Anal : 4). Ibadah ini juga dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman-Nya : “sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”. Sedangkan doa, dapat memberikan optimism dan harapan atas tindakan kita serta mengundang datangnya pertolongan Allah, seperti yang dikatakan-Nya “berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan. Keempat, Kebiasaan suka memberi/dermawan yaitu kebiasaan suka berbuatan kebaikan dan membantu orang lain. Maka kebiasaan ini akan menyebabkan kita dicintai dan disenangi orang lain, sekaligus mendatangkan rahmat dan pertolongan dari Allah, karena dalam sebuah hadist dikatakan “siapa yang berbuat kebaikan pada yang ada dibumi, maka yang ada dilangit akan berbuat kebaikan kepadanya”. Kelima, kebiasaan menuliskan apa yang akan dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis, artinya selalu merencanakan apa tindakan yang akan dilakukan. Pepatah juga mengatakan “siapa yang gagal dalam merencanakan, maka dia merencanakan untuk gagal. Keenam, kebiasaaan evaluasi diri, yaitu kebiasaan melakukan evaluasi terhadap apa yang dilakukan hari ini, minggu ini, bulan ini bahkan tahun ini. Apakah cita-cita dan target hidup yang dibuat sudah tercapai, atau justru sebaliknya. Jika kebiasaan ini kita lakukan, maka kita dapat mengetahui apakah yang sudah kita capai, apa yang belum, dimana letak keberhasilan, dimana letak kesalahan, sejauh apa efektivitas strategi yang kita buat, sehingga kita mendapatkan umpan balik untuk menyusun strategi berikutnya.
Kebiasaan atau sikap kita ditentukan oleh situasi hati dan kejiwaan kita. Nabi pernah mengatakan dalam hadistnya “ Dalam diri manusia ada segumpal daging, jika daging itu baiknya maka baiklah seluruhnya, jika daging itu rusak maka rusaklah seluruhnya, daging itu adalah hati” kata Nabi saw. Oleh karena itu hati yang bersih sangat penting untuk kita miliki. Sebaliknya hati yang kotor akan melahirkan orang yang gelisah, emosional, suka mendengki pada orang lain, iri hati, dendam, menyimpan kemarahan dan penyakit-penyakit hati lainnya. Hati ini adalah pusat kecerdasan emosional dan spiritual. Maka untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan sangat penting bagi kita untuk memiliki hati sebagai berikut : pertama, hati yang yakin dan optimis yaitu hati yang memiliki keyakinan terhadap Tuhan dan hati yang yakin terhadap dirinya sendiri dan kesuksesan masa depannya. Kedua, hati yang bersyukur yaitu hati yang merasa senang dan bahagia atas nikmat yang diperolehnya, ataupun keadaan yang didapatkannya hari ini. Sehingga ketika kita memiliki hati yang bersyukur ini, jiwa akan terasa tenang karena kita tidak melihat keatas atau apa yang dimiliki orang lain. Akan tetapi kita melihat apa nikmat yang kita rasakan. Orang yang bersyukur merasa dirinya beruntung, akibatnya secara kejiwaan dia akan merasa bahagia. Sebaliknya lawan dari syukur ini adalah kufur nikmat, yaitu merasa tidak puas akan nikmat, selalu merasa kurang, akibatnya dia merasa selalu kekurangan dan tidak bahagia. Ketiga, hati yang Ikhlas yaitu hati yang dalam beribadah dan bekerja hanya untuk mengharapkan ridha Allah, sehingga dia tidak terpengaruh oleh pujian ataupun celaan orang lain. Orang yang ikhlas dalam bekerja, tidak sekedar bekerja untuk mendapatkan materi, tapi bekerja juga untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain. Orang yang ikhlas dalam membantu, juga tidak mengharapkan balasan atau niat tersembunyi dibalik bantuan yang diberikan. Keempat, hati yang kasih dan sayang pada sesama, yaitu hati yang penuh dengan empati dan kepedulian sehingga mau membantu dan menolong orang lain tanpa pamrih. Kelima, hati yang rendah hati dan tidak sombong. Orang yang rendah hati pasti akan disukai dan disenangi orang lain, jika dibandingkan dengan orang yang tinggi hati dan sombong, serta suka membanggakan dirinya. Orang yang rendah hati juga akan terbuka untuk menerima masukan dan mau belajar dari siapa saja. Sehingga dia akan menjadi orang yang terus berkembang. Orang yang rendah hati juga mau bergaul dengan orang lain tanpa pandang bulu. Akibatnya dia akan menjadi pribadi yang mudah diterima, mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan siapa saja. Orang yang rendah hati berpikir, kehebatan saya tidak perlu dikatakan, biarkan orang lain menilai, karena setiap manusia pasti punya kekurangan, jadi kalaupun saya membanggakan kelebihan saya, saya tetap belum sempurna sehingga tidak perlu merasa sombong.
Inilah pikiran, sikap, kebiasaan, dan hati yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan dan kebahagiaan yang sejati. Mudah-mudahan kita semua dapat memilikinya. Kita menyadari bahwa perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Allah berfirman “ tidak akan berubah nasib suatu kaum, kalau bukan mereka yang merubahnya”. Semoga kita dapat merubah diri kita menjadi lebih baik, terutama merubah pemikiran, sikap, kebiasaan dah hati kita. Lalu kalau sudah kita melakukan itu, maka lihatlah dan saksikanlah hidup kita akan berubah. Semoga…

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke HAKIKAT KESUKSESAN

  1. Anshori berkata:

    Kesuksesan dapat diraih dengan keinginan yang tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s