KEBIASAAN SUKSES


Boy Hadi Kurniawan

Sesungguhnya kita dibentuk oleh apa yang kita lakukan setiap hari, kata John C.Maxwell dalam buku “ Sukses itu dibangun setiap hari”. Kalau kita cermati perkataan John C.Maxwell ini memang benar adanya. Kebiaasaan kita menentukan kesuksesan kita. Apa yang kita lakukan setiap hari merupakan menentukan nasib kita. Saya pernah mendengar sebuah ungkapan tentang hokum tanam tuai “Tanam pikiran Tuai keinginan. Tanam keinginan, tuai tindakan. Tanam tindakan tuai kebiasaan. Tanam kebiasaan Tuai Nasib. Ungkapan ini menggambarkan bahwa kebiasaan menentukan nasib kita. Sebagai contoh kalau kita membiasakan diri untuk membaca setiap hari, maka otomatis ilmu dan pengetahuan kita bertambah. Ketika pengetahuan bertambah pastilah tindakan dan kerja kita akan lebih professional dan lebih baik dari yang sebelumnya. Karena pengetahuan memberikan kepada kita tentang yang harus kita lakukan ataupun yang tidak boleh kita lakukan.
Dari mana munculnya kebiasaan? Kebiasaan berawal dari gagasan. Kemudian gagasan itu berkembang jadi keinginana untuk melakukannya. Ketika keinginan itu sudah kuat, maka dia akan berbuah pada tindakan. Ketika tindakan itu sering kita lakukan maka dia akan menjadi kebiasaan. Akan terbentuk suatu struktur dalam system syaraf kita.
Lalu bagaimana kebiasaan menentukan nasib kita? Kebiasan itu ada bisa dikategorikan pada 2 golongan : pertama. Kebiasaan baik yang positif ataupun efektif. Kedua, kebiasaan buruk atau negative. Kebiasaan baik adalah kebiasaan yang kita lakukan setiap hari, dan berdampak positif terhadap nasib dan masa depan kita. Kebiasaan positif itu antara lain kebiasaan beribadah dan berdoa kepada Allah SWT, kebiasaan membaca, kebiasaan menulis, kebiasaan bekerja, kebiasaan membantu orang lain, kebiasaan disiplin dan tepat waktu, dan kebiasaan membuat rencana sebelum bertindak. Jika kebiasaan diatas anda lakukan setiap hari maka yakinlah hari anda dan nasib anda akan lebih baik.
Sedangkan kebiasaan buruk adalah kebiasaan yang kita lakukan akan tetapi justru merugikan dan membawa dampak buruk terhadap masa depan kita. Kebiasaan buruk tersebut seperti kebiasaan suka terlambat dan mengulur waktu, kebiasaan malas, kebiasaan menonton tv secara berlebihan tanpa mengenal waktu dan situasi, kebiasaan berbohong, kebiasaan bekerja tanpa perencanaan dan lain-lain.
Namun kebiasaan itu bisa dirubah dan diperbaiki. Kebiasaan negative bisa kita hilangkan, dan diganti dengan kebiaaan positif. Walaupun merubah kebiasaan itu memang sangat sulit. Karena kebiasaan itu biasanya akan menjadi sikap atau karakter seseorang. Kebiasaan negative itu bisa dirubah dengan cara : pertama, kita harus menyadari kebiasaan negative yang kita lakukan itu. Kita harus mengetahui apa saja kebiasaan negative yang kita miliki. Kita harus mengakui kebiasaan jelek kita tersebut. Mungkin juga kita bertanya kepada orang lain, terutama orang terdekat kita. Kedua, bayangkan apa akibat buruk dan penderitaan yang kita alami jika kebiasaan itu terus kita lakukan. Ketiga, bayangkan apa akibat positif dan kenikmatan yang kita dapatkan ketika kita telah mampu menghilangkan kebiasaan itu dari diri kita.
Menurut Stephen R Covey dalam buku 7 Kebiasaan Manusia yang efektif, bahwa kebiasaan adalah irisan dari pengetahuan dan tindakan. Kebiasaan efektif itu dibagi oleh Covey menjadi kebiasaan untuk meraih kemenangan pribadi (self victory) dan kebiasaan untuk meraih kemenangan bersama (public victory). Kebiasaan itu antara lain : pertama, bersikap proaktif. Lawan dari sikap proaktif ini adalah pasif. Bersikap proaktif ini artinya kita selalu berusaha untuk tidak menjadi korban situasi dan keadaan. Akan tetapi kita yang mengendalikan situasi dan keadaan. Kita tidak hanya menerima apa yang terjadi tapi kita mencoba untuk mempengaruhi kejadian yang kita alami agar menjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Bersikap proaktif juga berarti berusaha untuk memperbaiki keadaan dan hal-hal yang tidak pada tempatnya. Seperti seorang pemain sepakbola, dia tidak hanya menunggu datangnya bola (Pasif), tapi berusaha mengejar bola dan mengendalikan bola.
Kebiasaan yang kedua adalah selalu memulai perbuatan dari tujuan akhir yang kita inginkan (visioner). Ketika kita akan melakukan suatu tindakan kita melihat apa target yang ingin kita dapatkan dari tindakan tersebut. Bagaimana ending (akhir) yang kita inginkan sehingga itu menjadi patokan untuk melakukan tindakan hari ini yang mesti dilakukan hari ini.
Kebiasaan yang ketiga yaitu mendahulukan yang utama atau menentukan prioritas, yaitu menentukan urutan mana kegiatan yang penting dan mendesak untuk kita kerjakan. Sehingga kita tidak mengabaikan yang penting dan prioritas. Kadangkala kita gagal ketika kita tidak mampu untuk melakukan hal-hal yang lebih penting dan menentukan terhadap masa depan kita. Padahal waktu kita terbatas untuk mengerjakan semuanya. Seorang Ulama berkata sesungguhnya kewajiban yang mesti kita lakukan lebih besar daripada waktu yang tersedia. Oleh karena itu kita harus mampu memilih tindakan mana dan kerja apa yang mesti didahulukan, kerja mana yang tidak penting, dan kerja apa yang mesti diabaikan.
Kebiasaan keempat yaitu berusaha untuk mengerti dahulu baru minta dimengerti. Kebiasaan ini dalam rangka mewujudkan kemenangan public, dalam artian agar kita sukses dalam menjalin hubungan dengan semua orang. Kita berusaha untuk terlebih dahulu mengerti tentang sikap, kebiasaan, hal yang tidak disukai maupun yang disukai oleh orang lain. Hal ini sesuai dengan konsep membangun ukhuwah didalam islam, yang dimulai dari taaruf (mengenali), tafahum (memahami), dan takaful (saling menanggung beban). Ketika kita telah mencoba untuk memahami orang lain, maka kita akan bisa menerima orang lain sesuai dengan keadaannya, sehingga orang pun akan menerima kita.
Kebiasaan kelima, yaitu berpikir menang-menang. Maksudnya dalam berinteraksi dengan orang lain kita berusaha untuk mewujudkan kepuasan dan kenyamanan bersama, daripada untuk diri kita sendiri saja. Begitu juga dalam menghadapi masalah atau konflik dengan orang lain, ketika kita berpikir menang-menang maka kita akan dapat mencari jalan keluar yng dapat memuaskan kedua belah pihak
Kebiasaan keenam, yaitu sinergi. Artinya kita berusaha untuk saling melengkapi dan bekerjasama dengan orang lain, tidak berlawanan arah. Mencari kesamaan-kesamaan, bukan mencari perbedaan-perbedaan. Berusaha mencapai tujuan dengna saling membantu, saling menutupi kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Kebiasan ketujuh yaitu, asahlah gergaji anda, dengan selalu belajar, belajar dan belajar. Bukalah pikiran dan hati untuk selalu belajar. Ibarat pisau yang jika digunakan tanpa diasah dia akan menjadi tumpul. Begitu juga dengan diri kita, kalau tidak kita tambah ilmu dan keahlian maka pikiran kita akan tumpul, sehingga kita akan tertinggal dengan orang lain.
Kebiasaan kedelapan, yaitu temukan panggilan nurani anda, bekerjalah dengan panggilan nurani untuk berbuat baik kepada orang lain, bantulah mereka tanpa mengharapkan pamrih maka anda akan sukses dan menjadi pribadi yang mulia. Contoh orang yang sukses dengan kebiasaan ini adalah Muhammad Yunus, peraih hadiah Nobel Perdamaian dari Bangladesh yang hati dan nuraninya terpanggil untuk membantu rakyatnya yang berada dalam belenggu kemiskinan dengan meminjamkan modal bagi mereka untuk berusaha dari gajinya. Sampai akhirnya menjadi Grameen Bank (Bank untuk rakyat miskin) yang telah membantu jutaan orang keluar dari kemiskinan.
Saya mencoba untuk menambahkan kebiasaan lain yang efektif, yang mungkin menurut kita sederhana dan biasa-biasa saja, padahal efeknya luar biasa bagi kehidupan kita yaitu ; pertama biasakan diri untuk membaca setiap harinya. Jangan ada hari tanpa membaca dan menambah ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Walaupun hanya 1 persen pertambahan ilmu kita setiap hari, yakinlah dalam 1 tahun akan bertambah 360 %.
Kedua, selalulah beribadah dan berdoa setiap harinya secara rutin. Bagi anda orang islam, laksanakan shalat 5 kali sehari dan berdoalah meminta apa yang anda inginkan kepada Allah. Yakinlah cepat atau lambat keinginan anda akan terkabul.
Ketiga, biasakan diri untuk merenung sejenak, bertafakur, berfikir dan berdzikir. Ini mengaktifkan kondisi berpikir alfa, yaitu kondisi gelombang otak untuk berpikir dengan kreatif dan inspiratif.
Keempat, biasakan diri untuk menuliskan ide yang muncul. Masukan ide anda kedalam keranjang ide dengan menuliskannnya. Suatu saat ide anda itu akan berguna. Anda bisa melihat betapa ide itu sangat mahal harganya, contohnya ide untuk membuat air putih dalam kemasan menjadi aqua, ide untuk membuat teh dalam kemasan botol yang menjadi teh botol, yang harga ide tersebut bernilai milyaran.
Kelima, biasakan diri untuk menulis apa yang akan dikerjakan hari ini dan besok. Resepnya sederhana saja tulis yang akan anda kerjakan, lalu kerjakan apa yang anda tulis. Niscaya anda akan meraih kesuksesan dalam pekerjaan anda.
Keenam, biasakan diri anda bangun dipagi hari, disaat waktu subuh. Kebiasaan ini akan memberikan kesegaran kepada tubuh dan pikiran anda, karena udara pagi itu sangat kaya oksigen. Lihatlah orang jepang yang selalu bangun pagi diwaktu subuh, kemudian mereka segera pergi bekerja, sehingga bangsanya menjadi bangsa yang besar seperti sekarang ini. Bagi kita yang beragama islam, melaksanakan shalat subuh, membuka pintu rahmat, rezeki dan ampunan dari Allah swt.
Ketujuh, biasakan diri untuk berolahraga setiap hari walaupun sebentar. Kebiasaan ini dapat menyegarkan tubuh dan pikiran kita, serta mencegah munculnya penyakit yang akan dapat merusak kesehatan kita.
Kedelapan, biasakan diri untuk selalu berdisiplin dan memanfaatkan waktu luang. Jangan membuang dan menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, karena waktu itu sangat berharga, waktu itu adalah kehidupan kita. Ketika kita mengabaikan waktu sesungguhnya kita mengabaikan kehidupan kita sendiri.
Kesembilan, biasakan untuk tersenyum, menyapa dan berdialog dengan orang lain ketika bertemu. Maka anda akan disukai dan disenangi oleh orang mereka. Senyum adalah sedekah. Senyum juga pertanda kebaikan hati dan kematangan
Kesepuluh, biasakan untuk menyambung silaturrahmi, mengunjungi saudara dan memberi hadiah atau bantuan kepada mereka, maka Allah akan memudahkan kesulitan kita dan merekapun akan mendoakan kita.
Demikianlah semoga kita mampu menjadi orang yang sukses dengan melakukan hal-hal sederhana diatas. John C Maxwell mengatakan, banyak hal-hal besar terjadi ketika anda melakukan hal-hal kecil dengan benar. Semoga..

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s