PANTANG MENYERAH


Boy Hadi Kurniawan
Kisah ini menceritakan tentang seorang petinju yang legendaris yang menjadi inspirasi dalam sejarah tinju Amerika di era 1930 an saat amerika dilanda krisis ekonomi. Namanya James Braddock. Dia dijuluki Cinderella man. Damon Runyan mengatakan, dalam sejarah pertandingan tinju tidak ada kisah manusia yang sebanding dengan James Braddock.
Lelaki ini mencari nafkah untuk menghidupi 3 orang anak dan istrinya dengan bertinju. Sampai dia bisa menjadi penantang pertama juara tinju kelas berat ringan amerika. Dia tidak pernah dikalahkan dan telah banyak menjatuhkan lawan-lawannya.
Tidak berapa lama kemudian terjadi krisis ekonomi hebat. Banyak perusahaan tutup dan pengangguran dimana-mana. Terjadi kelaparan massal dan banyak warga yang menjadi gelandangan. Keluarga braddock juga mengalami hal yang sama. Dia sudah lama tidak bertanding hingga hampir tidak ada yang dimakan keluarganya. Sementara tinju satu-satunya profesinya. Semua hartanya sudah terjual. Anak-anaknya terancam dibawa ke panti asuhan, karena dia sudah tidak bisa membayar listrik, dan terancam diputus. Padahal saat itu musim dingin. Anaknya yang kecil sakit batuk dan demam.
Didorong oleh tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga Braddock mencoba utk mencari kerja menjadi buruh angkat di pelabuhan. Tapi tetap tidak cukup untuk membayar listrik. Istrinya sangat sedih dan prihatin dengan nasib keluarganya. Sehingga dia mengatakan agar anak-anak tidak menderita lebih baik dia pergi kerumah adiknya dengan membawa anak-anaknya. Tapi braddock sangat mencintai anaknya. Dia tidak ingin berpisah dengan mereka. Dia mencari pinjaman kemana-mana agar dapat membayar listrik. Termasuk mendatangi kantor bekas promotor dan pelatihnya. Dia adalah orang yang tidak pernah meminta dan pantang mengeluh pada orang lain. Tapi pada hari itu dengan memaksakan diri dan menahan malu serta sedih. Demi keluarganya dia datang kekantor itu dan meminta bantuan. Kebanyakan mereka hanya memandang sinis kepada braddock. Termasuk promotor yang selama ini telah banyak mengeruk keuntungan dari pertandingan braddock. Seolah mereka telah mencampakan dan melupakannya. Tapi ada satu orang yang kasihan dan peduli yaitu bekas pelatih dan manajernya. Dia memberi bantuan pada braddock utk membayar listrik rumahnya.
Setelah lama tidak bertanding, Braddock diberi kesempatan untuk bertanding lagi. Saat pertandingan terakhirnya inilah, tangan kanan yang diandalkannya patah dan cedera parah. Dengan menahan rasa sakit, yang hamper saja membuatnya pingsan Braddock tetap melanjutkan pertandingannya. Pelatihnya tahu tangan kanannya sudah patah, tapi penonton tidak peduli dan mendapat banyak cemoohan. Wasit menghentikan pertandingan itu. karir bertinjunya terancam tidak bisa diteruskan. Apalagi dia sudah tua, banyak media massa menyatakan masa keemasannya sudah berakhir. Ternyata betul akibat pertandingan tidak menarik tersebut, ketua badan tinju yang juga promoter tidak memberikan bayaran pada braddock bahkan mencabut izin bertandingnya. Bertambahlah penderitaannya.
Pada suatu hari, tiba-tiba mantan pelatihnya itu datang lagi pada braddock dan mengajak braddock untuk bertanding karena lawan yang seharusnya bertanding dengan penantang no 1 juara amerika, batal bertanding karena sakit. Akhirnya braddock menerima tawaran itu, karena itulah satu-satunya jalan untuk mendapatkan uang yang cukup untuk memberi makan, membayar hutang dan membiayai keluarganya. Walaupun tangan kanan yang jadi andalannya masih sakit. Kalah atau menang dia tetap mendapat bayaran. Tanpa latihan braddock, datang ke tempat pertandingan. Bahkan dengan perut kosong. Sampai ditempat pertandingan braddock baru diberi makan oleh pelatihnya. Dia makan dengan lahap.
Akhirnya pertandingan dimulai dengan lawan yang badannya lebih besar, lebih muda dan penantang nomor 1 juara kelas berat ringan AS. Dibandingkan braddock yang sudah tua, kelaparan, tidak pernah berlatih bertahun-tahun. Tapi dengan modal tekad dan tanggung jawab keluarga braddock memberanikan dirinya. Tidak seorang pun pengamat ataupun media yang mengunggulkan braddock.
Memang akhirnya braddock babak belur dihajar oleh lawannya. Sampai jatuh dan bangun. Sempat dhitung oleh wasit beberapa kali. Hidungnya dan bibirnya berdarah-darah dan matanya bengkak. Menjelang berakhirnya pertarungan. Kembali braddock terjatuh dan disaat itulah terbayang semua penderitaannya selama ini. Anaknya yang kelaparan. Istrinya tercinta yang setia mendampinginya juga menderita. Akhirnya braddock bangkit dengan semangat baru. Dia memukulkan tangannya sekuat tenaga dan menahan semua rasa sakit tulang jarinya yang patah. Ketika dipukul dia bertahan. Seakan-akan pukulan lawan itu tidak terasa baginya, karena pukulan hidup lebih berat yang dia alami selama ini.
Akhirnya dengan dramatis pukulan maut tangan kanannya mampu merobohkan lawan dan disambut dengan terkejut oleh semua penonton dan pelatihnya. Braddock menang setelah jatuh berkali-kali dan mengalahkan rasa sakitnya. Demi cinta dan tanggung jawabnya sebagai ayah kepada keluarganya. Sampai akhirnya, setelah melewati perjuangan panjang dan banyak orang yang tidak percaya, braddock mampu mengalahkan juara tinju kelas berat ringan amerika, yang pukulan mautnya pernah membunuh beberapa petinju yang menjadi lawannya.
Inilah kisah tentang sikap pantang menyerah yang dimiliki manusia. Kisah hidup braddock ini menjadi inspirasi bangsa amerika. Sampai akhirnya difilmkan dengan judul Cinderella man. Menonton film ini terasa mengharukan dan memperkaya jiwa dengan semangat perjuangan, pengorbanan dan rasa cinta yang tulus dari sebuah keluarga yang menghadapi badai krisis dengan setia dan saling mencintai
Kisah ini memberikan pelajaran berharga sikap pantang menyerah yang menjadi kunci kesuksesan, walapun kita memiliki banyak kekurangan dan berkali-kali menemui kegagalan. Betul sekali pepatah mengtakan “anda tidak akan pernah gagal, selagi anda tidak pernah menyerah”.
Kisah hidup orang-orang sukses dan para pahlawan besar didunia ini, juga identik dengan kegagalan diawal-awal perjuangan mereka menggapai cita-cita. Banyak pengorbanan dan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka berjuang dari nol dan bukan siapa-siapa. Mereka juga punya banyak kekurangan dalam materi dan sarana hidupnya. Namun kegigihan dan sifat pantang menyerah itulah yang membuat mereka akhirnya berhasil mengalahkan kesulitan hidup. Allah pun akan membantu jika hamba-Nya sabar dan bersungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita mulia demi memberi nafkah dan membahagiakan orang-orang yang dicintainya.
Kita bisa belajar dari Soichiro honda, yang jatuh bangun membangun usahanya. Thomas alva edison yang gagal ribuan kali. Pemimpin terbesar dan paling berpengaruh sepanjang sejarah sebagaimana yang dikatakan Micahel Hart, yaitu Nabi Muhammad saw. Selama 13 tahun berdakwah di mekkah mengajak orang pada agama islam, namun hanya sedikit yang menerima. Bahkan beliau ditolak, dicaci maki, dikatakan gila, tukang sihir, dilempari tahi onta ketika sedang shalat, tapi beliau melaluinya dengan sabar dan pantang menyerah. Sikap pantang menyerah inilah yang membuat beliau merubah strategi dengan pindah ke madinah.
Kemudian dari sana memulai kembali untuk menguasai mekkah. Ternyata strategi itu berhasil. Akhirnya mekkah berhasil ditaklukan. Sampai seluruh jazirah arab, dan 1/3 penjuru dunia menerima ajaran islam yang beliau bawa hanya dalam waktu 22 tahun sejak memulainya. Sampai sekarang pengaruh dan kepribadian beliau tetap menjadi contoh dan panutan 1.5 miliat umat islam didunia. Semua itu terjadi karena sikap beliau yang pantang menyerah walaupun banyak cobaan dan rintangan yang beliau hadapi.
Anda, saya dan kita semua pasti pernah mengalami kesulitan dan kegagalan dalam hidup. Hidup kadang berjalan tidak seperti yang kita inginkan. Kita sudah berupaya mencoba dengan segala daya dan upaya kita. Tapi kita gagal juga. Kita merasakan kekecewaan, kesedihatan bahkan patah hati. Sebagian diantara kita mulai meragukan apakah ini akan berhasil. Hanya cita-cita dan keyakinan yang kuatlah yang membuat kita bisa bertahan. Ingatlah kesuksesan itu memang tidak seperti membalikan telapak tangan. Sukses itu hanya untuk orang-orang yang layak mendapatkannya. Kalau sukses itu mudah dan tanpa rintangan atau kegagalan, maka seluruh penduduk dunia ini akan mengalaminya. Tidak akan ada orang yang miskin, tidak ada orang yang butuh bantuan, maka dunia ini tidak mungkin seperti itu.
Oleh karena itu jika kita semua ingin mengalahkan rintangan, mengatasi kegagalan, bangkit dari keterpurukan/penderitaan dan meraih sukses dengan mencapai cita2 kita, hanya satu cara untuk melaluinya. Pantang menyerah apapun yang terjadi!!

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

4 Balasan ke PANTANG MENYERAH

  1. aini berkata:

    saya tresenyum dan semangat berkobar2 mmbaca artikel ini..Ini pas banget sbg penyemangat saya, hidup diluar negeri dgn melewati banyak rintangan…Thank you so much

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s