DEADLINE MOTIVATION


Boy Hadi Kurniawan
Sesungguhnya orang yang paling cerdas diantara kamu adalah orang yang paling banyak mengingat kematian
( Hadist Rasulullah saw)

Allah swt berfirman dalam Al Qur’an bahwa Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Artinya semua manusia dan makhluk hidup lainnya seperti hewan, tumbuhan, malaikat, jin, iblis dan syetan semuanya akan mengalami yang namanya kematian.
Kematian adalah rahasia Tuhan yang tidak diketahui, kapan, bagaimana dan dimana datangnya. Kita tidak mengetahui dimana kita akan mati, kapan kita akan mengalami kematian dan bagaimana cara kita mati.
Kita harus menyadari bahwa hidup ini terbatas. Kita tidak akan selamanya tinggal didunia ini. Kita hanya hidup sementara. Tapi kita tidak tahu usia berapa kita akan mati. Bisa jadi besok, lusa, 1 tahun, 10 tahun lagi atau kapan? Kita tidak tahu. Oleh karena mati itu pasti, yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri menghadapi kematian. Apa konsekuensi ketika kita meninggalkan dunia? Apa yang harus kita persiapkan sebagai bekal didunia ataupun di akhirat?
Bayangkan ketika kita mati apa yang akan dikatakan orang lain kepada kita? Apa yang akan terjadi ketika kita meninggalkan dunia ini? Bagaimana kesan dan pesan yang disampaikan orang lain tentang kita? Bagaimana nasib keluarga dan orang-orang yang kita cintai? Terakhir, bagaimana sambutan Allah swt dan malaikatn-Nya kepada kita? Apakah kita akan disambut dengan gembira dan keramahan? Atau sebalik kita disambut sengsara dan kemarahan Allah dan malaikat-Nya akibat kemalasan, kelalaian dan kesombongan kita untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat amal saleh selagi kita hidup didunia.
Hendaknya, ketika di awal hidup dan kelahiran kita orang lain menyambut kita dengan gembira dan kita menangis. Sebaliknya mari kiita jadikan di akhir hidup kita, kita yang bergembira dan orang lain yang menangis. Kenapa? Karena mereka begitu berat melepas kepergian kita, karena mereka rindu dengan kebaikan kita kepada mereka.
Jika hal ini terjadi kelak. Inilah yang disebut sukses sejati. Sukses selama kita hidup maupun kita sudah tiada. Sukses di dunia dan sukses di akhirat. Kita bahagia didunia dan membahagiakan orang lain. Sedangkan diakhirat kita bahagia karena Allah yang membahagiakan ketika, sebagai balasan kebaikan dan ketaatan kita pada-Nya selagi kita di uji dan diberi kesempatan hidup di dunia milik-Nya.
Kalau begitu, maka kesimpulannya, yang seharusnya kita inginkan ketika takdir atau kematian kita sudah tiba adalah sebagai berikut ;
1. Jadikan di akhir hidup kita orang lain bersedih menangis, karena merasa kehilangan kita orang yang berjasa dan baik kepada mereka
2. Kita tidak meninggalkan keluarga, istri/suami, anak-anak dan orang yang kita cintai dalam keadaan gamang dan lemah karena tidak memiliki warisan dan harta yang cukup
3. Kita bergembira karena kita sudah mempersiapkan bekal dan warisan untuk keluarga yang kita tinggalkan. Kita sudah meninggalkan nama baik dimata orang lain. Kita juga sudah mempersiapkan amal ibadah terbaik yang diperuntukkan selama ini hanya untuk Allah swt, Tuhan Semesta alam
4. Tuhan menyambut kita dengan kasih sayang-Nya serta menyediakan tempat yang terbaik di surga kepada kita.
Manfaat mengingat dan mempersiapkan diri menghadapi kematian
Mengingat dan mempersiapkan diri menghadapi akhir kehidupan, merupakan motivasi yang terbesar bagi kita untuk melakukan perbuatan yang terbaik hari ini. Maka manfaat mengingat mati adalah sebagai berikut :
1. Melakukan ibadah dan amal saleh yang terbaik hari ini, karena hari kemarin tidak bisa diulang dan esok hari belum tentu kita lewati.
2. Kita akan bekerja dan berbuat dengan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan bekal dan warisan untuk keluarga dan orang-orang yang kita cintai dan tinggalkan
3. Kita tidak akan mau mengambil hak orang lain, karena kita menyadari kita akan mati dan bertanggung jawab terhadap kehidupan kita
4. Kita akan terhindar dari perbuatan dosa dan keji karena Tuhan sudah melarangnya, dan kita ingin ketika bertemu dengan TUhan kita tidak menjadi hamba yang berani menentang perintah Tuhan
5. Kita akan rela dan ikhlas berbuat kebaikan kepada orang lain, karena kita menyadari kebaikan pada orang lain akan membuat orang lain mencintai kita dan terutama Tuhan mencintai kita, karena Allah swt mencintai hamba-Nya yang berbuat kebaikan
6. Kita akan mudah menjadi pribadi pemaaf dan pribadi yang meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat agar kesalahan itu tidak menjadi beban di akhir hidup kita
7. Kita akan berusaha meninggalkan karya dan kerja yang bermanfaat bagi manusia dan diri kita ketika di akhirat. Terutama 3 hal yang dikatakan Rasulullah, ketika seseorang sudah meninggalkan dunia, maka terputuslah semua amalnya, kecuali 3 hal : doa dari anak yang shaleh, shadaqah jariyah dan ilmu yang berguna.
Demikianlah urgensi dan pentingnya kita memberikan dan menyadari batasan (deadline) dalam hidup kita. Kita akan bersungguh-sungguh untuk berbuat yang terbaik hari ini. Inilah salah satu motivasi terbesar yang kalau kita sadari akann menggerakan kita menjadi orang yang baik dan menjadi yang terbaik. Semoga kita meraih sukses sejati. Sukses dunia akhirat, dengan deadline motivation. Salam sukses sejati!!

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Spiritual. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s