THE REALITY OF LIFE AND TIME


Oleh Boy Hadi Kurniawan

Setiap kita memiliki kehidupan dan waktu yang berbeda-beda. Namun setiap kita memiliki kesempatan yang sama dalam hidup, yaitu kesempatan untuk mengisi kehidupan dengan kebaikan ataupun keburukan. Hidup ini adalah pilihan. Kebaikan atau keburukan, gagal atau berhasil, salah atau benar, semua itu adalah pilihan kita. Kita diberi pilihan oleh Allah swt untuk menentukan nasib kita sendiri. Kita hanya diberi arahan dan tuntunan mana yang benar dan salah, tidak pernah dipaksakan, lalu kita diberi akal pikiran dan hati untuk menimbang, jalan mana yang akan kita tempuh. Jadi kegagalan ataupun keberhasilan tergantung pada diri kita sendiri.
Sebenarnya kita memiliki harta yang sangat berharga dan pasti kita tidak ingin menukarnya dengan apapun didunia ini kalau kita menyadari. Harta itu adalah waktu. Dr. Yusuf Qardhawy mengatakan “Sesungguhnya waktu itu adalah kehidupan”. Kalau kita renungkan memang benar. Sesungguhnya hidup ini adalah kumpulan waktu. Hidup kita diukur berdasarkan satuan waktu. Ada yang hidup sampai menjadi tua antara 60 tahun, 70 tahun, dan 80 tahun bahkan ada yang lebih. Namun ada juga yang singkat waktu hidupnya didunia ini yaitu 40 tahun, 30 tahun bahkan dibawah 20 tahun. Adakah diantara kita yang mengetahui kapan akhir hidup kita? Tidak seorang pun karena itu merupakan rahasia Allah swt, Tuhan Pencipta Alam Semesta dan Pencipta diri kita
Kenapa waktu menjadi sangat berharga bagi kita? Jelas waktu adalah kehidupan kita. Kehabiasan waktu berarti kita kehabisan hidup. Manakah yang lebih berharga antara hidup kita dibandingkan dengan harta benda, pangkat dan jabatan yang kita miliki? Maukah kita menggantikan hidup kita dengan harta, pangkat, dan jabatan?misalkan untuk mendapatkan harta kita menggadaikan nyawa dan hidup kita? Jelas orang yang normal tidak akan mau memberikan hidupnya hanya untuk harta. Karena menyadari nilai hidup kita, nyawa kita dan diri kita tidak ternilai didunia ini. Tidak ada yang mau mendapatkan uang 1 milyar, 10 milyar, 100 milyar atau lebih tapi syaratnya harus akhiri hidup dahulu alias mati dulu. Apagunanya semua harta kalau kita sudah mati? Tidak satupun harta kita yang akan kita bawa mati dan menghadap Allah swt.
Pernahkah kita mencoba merenungkan berapa lama lagi waktu kita tinggal didunia ini? Kalau sekarang umur kita sudah 30 tahun, kemudian kita ambil saja rata-rata umur orang Indonesia 60 tahun, maka waktu hidup kita didunia ini tinggal 30 tahun lagi. Namun waktu 30 tahun itu, tidak kita tempuh dengna hidup selamanya. Hampir separo atau sekitar 1/3 dari usia kita yang tersisa kita habiskan untuk “mati sementara” atau tidur, istirahat dan aktivitas harian seperti makan, minum, mandi. Katakanlah kita tidur 7 – 8 jam sehari, Jadi kalau tadi sisa umur kita 30 tahun, maka waktu tidur kita 10 tahun lamanya. Sedangkan waktu istirahat dan aktivitas rutin lainnya seperti mandi, makan, berpakaian dan lain-lain selama 2 jam sehari, jika dalam 30 tahun sisa hidup kita maka 2.5 tahunnya kita habiskan untuk aktivitas rutin tersebut.
Jadi kesimpulannya, waktu “hidup” kita yang sebenarnya tinggal 17.5 tahun lagi. Inilah waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti belajar, bekerja, menggapai visi dan cita-cita hidup kita. Apalagi kalau kita termasuk orang yang lalai mengatur waktu, misalnya sekitar 2 jam sehari kita pakai untuk menonton TV, baca Koran atau mendengar berita, kemudian 2 jam untuk ngobrol. Maka habis pula sisa hidup kita selama 5 tahun hanya untuk nonton dan ngobrol. Jadi yang tersisa tinggal 12.5 tahun lagi. Jelas ini bukan waktu yang lama untuk bekerja dan berjuang demi menggapai cita-cita hidup kita dan membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
Pepatah mengatakan “Hidup hanya sekali hiduplah yang berarti”. Artinya kita menyadari bahwa waktu hidup kita didunia ini hanya sekali, tidak akan terulang lagi untuk selamanya. Oleh karena itu jangan sia-siakan kehidupan yang sekali itu. Jangan sia-siakan waktu yang menjadi ukuran dari kehidupan kita. Kalau kita menyia-nyiakan waktu maka sesungguhnya kita menyia-nyiakan kehidupan yang hanya sekali ini.
Namun kita lihat, banyak orang tidak menyadari pentingnya waktu, mereka buang waktu, sia-siakan waktu dengan bermain, bersenang-senang, lupa ibadah, lupa berbuat baik, banyak habis waktunya didepan tv, nongkrong di mall, ngobrol tidak terarah, santai dan bersenang-senang berlebihan, Banyak yang menyesal ketika mereka mendapati dirinya mengalami kegagalan dalam hidup atau menderita di hari tuanya, karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang dimilikinya. Atau yang lebih parah menyesal ketika di akhirat kelak, karena telah menyia-nyiakan waktu hidup didunia. Selama didunia hanya bersenang-senang lupa beribadah. Rasulullah saw menasehat kita. Ingatlah 5 perkara sebelum 5 perkara yang lainnya kata beliau. Ingatlah masa muda sebelum tua, ingatlah waktu lapang sebelum sempit. Ingatlah waktu kaya sebelum miskin. Ingatlah waktu sehat sebelum sakit. Dan ingatlah waktu hidup sebelum mati.
Rasulullah saw mengatakan ada 3 golongan manusia berdasarkan waktu. Pertama orang yang merugi yaitu orang yang hari ininya sama dengan hari kemarin. Kedua, Orang yang celaka adalah orang yang harinya ini lebih jelek dari hari kemarin. Ketiga, orang yang beruntung yaitu orang yang hari ininya lebih baik dari hari kemarin.
Ada beberapa karakteristik waktu yang penting untuk kita perhatikan. Pertama, waktu itu cepat berlalu. Waktu terus berjalan tanpa mempedulikan kita siap atau tidak. Kadang, tanpa kita sadari usia kita terus bertambah. Dulu kita masih teringat kita masih kecil dan sekolah. Namun sekarang kita sudah dewasa. Kita lihat anak-anak kita, tanpa disadari mereka sudah besar. Padahal rasanya baru kemarin kita masih menggendong mereka. Begitulah waktu itu berlalu, kadang tanpa kita sadari karena kita sudah terjebak pada rutinitas harian.
Kedua, waktu yang sudah berlalu tidak bisa diulang, walau hanya 1 detik saja. Ketika sekarang kita berbuat kelalaian, tanpa sengaja motor kita menabrak orang lain. Maka kejadian itu tidak akan bisa kita ulangi walau hanya sekejap untuk menghindari agar kejadian itu tidak terjadi Maka apapun caranya kejadian itu tidak akan bisa kita ulangi. Maka sikap kita harus berhati- hati dan tidak lalai terhadap apa yang kita lakukan hari ini. Karena jika kita lalai dan perbuatan sudah terlanjur kita lakukan, maka ibarat nasi sudah jadi bubur, tidak akan bisa kita rubah kembali.
Ketiga, kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan, karena waktu adalah rahasia Allah swt. Rezki kita, usia kita, kapan saat bertemu dan berpisah tidak bisa kita ketahui. Kita bahkan tidak tahu apa yang terjadi 1 detik lagi. Kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan meninggal dunia. Kita juga tidak tahu berapa rezki kita hari ini. Oleh karena itu hidup kita yang sesungguhnya adalah hari ini, karena kemarin sudah berlalu, dan esok belum tentu datang. Berbuatlah yang terbaik untuk hari ini. Pepatah mengungkapkan “Waktu hidup kita adalah hari ini, masa lalu tidak bias diulang, masa depan belum pasti kita lewati. Berbuatlah yang terbaik hari ini.”
Allah swt juga bersumpah dengan waktu dalam QS Al Ashr, yang menunjukkan bahwa waktu itu sangat penting. Allah berfirman “ Demi Masa” atau Demi Waktu. Sesungguhnya semua manusia akan merugi. Kecuali orang yang beriman, Beramal saleh, dan saling menasehati dalam kebenaran. Saling menasehati dalam kesabaran. Firman Allah ini menjelaskan kepada kita betapa semua manusia akan rugi dalam waktu hidupnya, jika dia tidak beriman kepada Allah swt, tidak beramal saleh dan tidak saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
Waktu yang tersedia lebih sedikit dari kewajiban dan pekerjaan yang mesti kita lakukan. Jika kita renungkan memang waktu yang tersedia selama 24 jam tidak cukup dengan kewajiban dan pekerjaan yang mesti kita lakukan. Kita masih ingin bekerja dan berbuat tapi ternyata waktu kita sudah habis. Tiba-tiba hari sudah malam dan tiba saatnya kita beristirahat. Atau tiba-tiba kita sudah tua, dan tiba saatnya kita untuk pension dan istirahat bekerja, karena fisik kita dan jasad kita sudah uzur dan tidak mungkin lagi dipaksakan bekerja. Padahal keinginan dan kemauan kita masih ingin bekerja, tapi ternyata waktu kita sudah habis.
Oleh sebab itu, bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap Waktu? Pertama, jangan membuang-buang waktu untuk pekerjaan yang tidak ada manfaatnya, dan tidak ada hubungannya dengan tujuan hidup dan cita-cita kita. Kita harus mau mengubah kebiasaan kita yang negative dan sering membuang waktu dengan menonton tv, ngobrol atau berbicara berlebihan, banyak tidur, nongkrong-nongkrong di lapau, dimall, dikafe hanya sekedar santai dan melihat-lihat aktivitas orang lain. Istirahat dan santai sesekali memang diperlukan, namun ada orang yang justru lebih banyak santai dan istirahat dibanding kerjanya, sehingga waktunya terbuang sia-sia. Seharusnya banyak pekerjaan yang lebih bermanfaat bisa dia lakukan.
Kedua, mengisi waktu dengan aktivitas dan pekerjaan yang bermanfaat yang mengantarkan kita pada cita-cita hidup kita sukses didunia maupun di akhirat. Allah swt berfirman dalam QS Al Qashas : 77. Dan hendaklah engkau mencari kebahagiaan di akhirat dan Jangan lupakan kebahagiaan didunia. Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa sukses akhirat dan sukses dunia harus kita raih. Walaupun secara tersirat Allah swt mengatakan bahwa sukses akhirat harus lebih kita dahulukan. Nabi Muhammad saw pernah berkata “Barang siapa yang mencari dunia, dunia akan dia dapatkan tapi akhirat tidak dia dapatkan. Tapi barangsiapa yang mencari akhirat maka dunia dan akhirat akan dia dapatkan”. Sama seperti pepatah mengatakan “ siapa menanam rumput maka padi tidak akan tumbuh. Tapi siapa yang menanam padi maka rumput dan padi pasti akan tumbuh”.
Jadi akhirat ini ibarat padi, karena di akhiratlah sesungguhnya kehidupan kita yang abadi. Sedangkan dunia ini hanya kehidupan sementara, sehingga ibarat rumput. Namun alangkah lebih baiknya jika keduanya dapat kita raih dengan sukses. Selama didunia kita beramal baik, beribadah, dan beriman kepada Allah swt, meninggalkan perbuatan yang merugikan diri kita dan orang lain, maka Insya Allah kebagiaan akhirat akan kita raih. Kemudian selama didunia kita terus belajar, memperbaiki kapasitas diri kita, bekerja dengan tekun dan professional, pantang menyerah, kreativ, sabar dan bertanggung jawab, maka insya Allah kebahagiaan akhirat akan kita raih.
Ketiga, manajemen waktu agar waktu kita dapat efektif dan efisien. Untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat tersebut, maka diperlukan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah mengatur waktu agar semua aktivitas itu dapat kita lakukan dengan seimbang dan proporsional. Untuk itu diperlukan manajemen waktu yang efektif dan efisien. Kita harus membuat perencanaan waktu harian, mingguan, bulanan, dan tahunan dalam bekerja untuk menggapai impian sukses dunia dan akhirat kita. Kita harus mengatur kapan waktu ibadah, waktu bekerja, waktu belajar, waktu istirahat, waktu olahraga, waktu makan, minum, waktu relaks dan sebagainya. Manajemen waktu itu bisa kita tuangkan dalam bentuk Schedule aktivitas harian, mingguan, bulanan dan tahunan dalam bentuk tertulisnya. Kemudian kita beraktivitas berdasarkan manajemen waktu tersebut.
Makna Kehidupan
Pernahkah kita bertanya Untuk apa kita hidup didunia? Mau kemana kita? Apa yang kita kerjakan selama didunia? Kemana kita setelah mati?
Pernahkan kita juga bertanya, Kenapa dunia ini ada? Siapa yang menciptakannya? Mungkinkah ia tercipta sendiri? Ataukah ia diciptakan? Pertanyaan-pertanyaan ini penting sekali kita ajukan agar kita mengetahui apa hakikat kehidupan ini.
Untuk menjawab semua pertanyaan ini, maka kita membutuhkan tuntunan wahyu dari Allah swt untuk menjawabnya. Allah swt berfirman dalam Al Qur’an “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku”. (QS Adz zariyaat : 56). Berdasarkan ayat ini maka tujuan hidup sebenarnya manusia didunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah swt sesuai dengan petunjuknya.
Kemudian Allah juga berfirman “Berkatalah Allah kepada para malaikat “Aku hendak menjadikan manusia sebagai khalifah dimuka bumi” (QS Al Baqarah : 30). Firman Allah ini menjelaskan bahwa dia hendak menjadikan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Artinya manusia diciptakan oleh Allah swt sebagai pemimpin didunia ini.
Siapakah yang menciptakan kita, dunia ini dan segala isinya? Jawabannya, pastilah Ada yang menciptakannya. Sesuatu yang Maha Kuat dan Maha Hebat, karena dunia ciptaan-Nya ini sudah sedemikian hebat tentu Yang Menciptakan jauh lebih hebat lagi. Kenapa mesti ada yang menciptakan? Jelas, karena di alam ini berlaku “Hukum Sebab-Akibat” atau The Law of Causality. Segala sesuatu yang terjadi di alam ini terjadi karena ada sebabnya. Tidak mungkin akibat itu berdiri sendiri. Oleh karena itu terjadinya dunia pasti juga ada sebabnya. Penyebabnya yaitu Allah swt. Akn tetapi Dia sendiri tidak disebabkan oleh sesuatu. Selagi dia merupakan akibat, maka Dia bukanlah Tuhan. Tuhan adalah Yang Menjadi Sebab dari segala sesuatu, tapi tidak merupakan akibat dari segala sesuatu.
Beriman dan yakin kepada Tuhan Pencipta alam merupakan fitrah setiap manusia. Bahkan orang yang tidak percaya pada Tuhan, ketika mereka menghadapi kesulitan hidup seperti dalam bahaya, maka secara spontan mereka berkata “Oh My God!.
Apa manfaat keimanan dan keyakinan spiritual kepada kita. Ketika memilikinya maka kita akan menjadi manusia yang baik dan bermoral. Kita tidak akan menjadi manusia yang semena-mena kepada orang lain. Kenapa? Karena Tuhan telah membimbing kita untuk berbuat kebaikan pada sesama, sebagaimana Ia juga telah berbuat kebaikan tanpa pamrih kepada kita. Dia telah memberikan dunia dan segala fasilitas didalamnya kepada manusia untuk digunakan sesuai kebutuhannya. Udara, air, tanaman, hewan, bahan tambang, tanah, hasil pertanian, hasil perkebunan dan segala isinya telah tercipta dan ada dengan sendirinya untuk keberlangsungan hidup manusia.
Namun Dia telah menentukan bahwa manusia tidak akan hidup selamanya didunia ini. Dia telah menetapkan batas hidup kita. Dia tidak memberitahu kapan berakhirnya waktu hidup kita didunia ini. Itu adalah Rahasia dari-Nya. Kapan saja, dimana saja, siapa saja, tanpa pandang bulu akan kembali pada-Nya. Dia telah menetapkan dan membuat pengadilan kepada manusia, tentang siapa manusia yang selama hidup didunia berisi dengan manfaat dan kebaikan sesuai dengan tuntunan-Nya. Siapa pula manusia yang selama hidupnya, keburukannya ternyata lebih banyak dari kebaikan dan ibadahnya. Balasannya bagi mereka yang beribadah dan berbuat baik adalah surge. Sedangkan mereka yang berbuat keburukan selama hidupnya dengan menipu, korupsi, menganiaya orang lain, mengambil hak orang lain, maka balasannya adalah neraka.
Oleh sebab itu karena menyadari bahwa hidup ini singkat, waktu kita terbatas dan kelak kita akan diadili di Pengadilan Tuhan, maka mari Isilah hidup yang sekali ini dengan yang berarti dan bermanfaat. Tinggalkan nama baik dan kenangan indah dari orang lain terhadap kita. Kita lihat begitu banyak orang yang hidup sejak jaman dahulu sampai sekarang. Namun hanya sedikit yang dikenang dan dikenal orang lain. Kenapa yang sedikit itu bisa dikenang dan dikenal? Karena selama hidupnya mereka berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Sayyid quthb pernah mengatakan kalau kau hidup bermanfaat untuk dirimu sendiri maka kau akan menjadi orang kerdil. Jika kau hidup untuk bermanfaat bagi orang lain maka kau akan menjadi orang besar.
Orang-orang yang dikenang dalam sejarah ini adalah mereka meninggalkan jasa-jasa dan kebaikan selama hidupnya. Sehingga namanya melampaui waktu hidupnya. Walaupun dia hidup hanya 100 tahun, tapi dia dikenal dan dikenang sampai 1000 bahkan 10.000 ribu tahun. Lihatlah Rasulullah saw, sudah 14 abad lebih berlalu namun nama beliau tetap dikenang, jasa beliau tetap abadi dan kebaikannya tetap dibicarakan. Begitu juga dengan para pahlawan bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, M.Natsir, Buya Hamka, H Agus Salim, M.Yamin, Jendral Sudirman dan lain-lainnya. Sampai sekarang jasa dan pengorbanan mereka terhadap bangsa selalu dikenang walaupun jasadnya sudah hancur didalam tanah. Maka jika kita ingin dikenang walaupun hidup kita singkat, jadilah kita orang yang bermanfaat dan berjasa bagi orang lain. Jadikan hidup kita yang sekali ini menjadi kehidupan yang berarti bagi diri sendiri dan banyak orang, tidak hanya sekedar untuk mencari materi dan kebahagiaan duniawi.
Ketika kita melakukan ini maka sungguh kebahagiaan dan kesuksesan sejati akan kita raih dalam hidup. Sukses tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga sukses untuk orang lain. Sukses dalam pekerjaan, tapi tidak mengorbankan dan tidak ada yang jadi korban. Sukses dalam materi, tapi juga mendapatkan cinta sejati. Dicintai oleh manusia, juga dicintai oleh Tuhan Maha Pencipta. Akhirnya Sukses di dunia dan juga sukses di akhirat yang kekal dan abadi. Semoga, kita semua meraih sukses sejati ini. Selamat berjuang!!

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s