CONSISTENT TO SUCCESS (The Concept to Get Real Success)


Boy Hadi Kurniawan
Untuk meraih kesuksesan dan tercapainya tujuan serta cita-cita hidup kita, maka resepnya yaitu Consistent to Success. Kalimat ini adalah motto sekaligus singkatan (akronim) yang dapat dijabarkan untuk meraih kesuksesan. Secara umum consistent to success adalah sikap yang konsisten atau istiqamah atau teguh pendirian untuk meraih kesuksesan. Sikap ini adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Karena kesuksesan itu bukanlah sesuatu yang mudah dicapai, diwarnai oleh tantangan dan kesulitan. Hanya orang-orang yang konsistenlah yang dapat sampai disana. Konsep Consisten ini adalah konsep yang membangun kekuatan Mental dan Emotional kita. Berikut ini adalah rumus kesuksesan yang berasal dari Consisten to success tersebut.

Commitmen
Komitmen adalah keteguhan dan kesungguhan untuk tetap melakukan apa yang sudah direncanakan atau dicita-citakan. Orang yang komitmen adalah orang yang senantiasa berada pada jalan yang baik dan benar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen adalah perjanjian untuk melakukan sesuatu. Untuk sukses kita harus mau bertekad dan berjanji pada diri sendiri. Kita harus mau melakukan perbuatan dan sikap yang mengantarkan kita pada kesuksesan dan impian kita. Ketika kita tidak komitmen dalam melakukannya maka cita-cita dan impian kita tidak akan tercapai. Karena seringkali kita menemui kesulitan bahkan kegagalan. Tanpa komitmen, maka kita akan mudah berpaling dan putus asa. Semua impian, rencana dan cita-cita hidup kita hanya akan menjadi “macan kertas”.
Untuk melakukan perbuatan baik, maka sikap komitmen adalah yang akan mempertahankan kita untuk melakukannya. Perbuatan baik seperti beribadah kepada Allah, kejujuran, serta sikap bertanggung jawab, akan tetap kita pertahankan dalam diri ketika kita memiliki sikap komitmen.
Allah swt menyuruh kita selalu berdoa agar memiliki sikap komitmen atau istiqamah dalam bahasa Al Qur’annya. Dalam Surat Al Fatihah, kita membaca ayat yang berbunyi Ihdinashirathal mustaqim, yang artinya tunjukilah kami kejalan yang lurus. Jalan yang lurus itu adalah jalan orang yang istiqamah atau orang yang komitmen.
Orang yang tidak komitmen adalah orang memiliki kepribadian yang lemah. Mereka disebut sebagai orang yang plin-plan. Dalam berjanji mereka akan mudah melanggar perjanjian yang sudah dibuatnya. Mereka orang yang sulit untuk dipercaya karena kadangkala dia bisa berubah walaupun dia sudah berjanji kepada kita.
Sikap komitmen membuat kita juga terjaga dari perbuatan yang buruk, salah, dosa dan merugikan bagi diri kita maupun orang lain.
Komitmen ini muncul dari kekuatan hati dan keteguhan jiwa untuk senantiasa berbuat baik dan menghindarkan diri dari kesalahan dan kelalaian.
Bagaimana cara menumbuhkan sikap komitmen dalam diri? Pertama, kita harus meyakini bahwa tindakan dan impian kita adalah sesuatu yang betul-betul kita inginkan. Ketika keyakinan kita kuat maka, sikap komitmen akan muncul dari dalam diri untuk bersungguh-sungguh dalam mencapainya.
Kedua, kita harus menyadari apa manfat dan keuntungan yang akan kita dapatkan ketika kita bersikap komitmen dalam melakukan pekerjaan kita. Kemudian menyadari kerugian yang kita dapatkan ketika kita tidak bersikap komitmen.
Ketiga, kuatkan motivasi diri dengan memberikan sugesti positif dan kalimat positif pada diri dengan mengatakan dan mengungkapkan janji dan komitmen pribadi. Misalnya saya berjanji untuk tekun belajar. Saya bertekad untuk terus menulis setiap hari. Saya berjanji akan rajin beribadah kepada Allah swt dan lain-lain.

Optimist – Confidence
Kunci pertama untuk meraih kesuksesan adalah kepercayaan diri bahwa anda mampu untuk sukses. Kepercayaan diri adalah keyakinan terhadap kemampuan dan potensi yang anda miliki. Kenapa kita harus percaya diri? Sebab tidak mungkin kita bisa melakukan sesuatu kalau kita sendiri tidak percaya bahwa kita mampu melakukannya.
Segalanya berawal dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan impian anda akan sirna. Dalam agama kepercayaan disebut dengan iman. Kita tidak mampu melihat Allah swt, tapi kita dituntut untuk percaya kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan adalah kekuatan yang sangat besar.
Orang-orang sukses, pemimpin besar, para Nabi dan Rasul mencapai tujuan dan sukses dalam pekerjaan mereka bermodalkan kepercayaan ini. Mereka memiliki kepercayaan yang bulat, dan keyakinan yang penuh terhadap jalan dan langkah yang ditempuhnya. Walaupun diawal langkah dan jalannya tersebut penuh dengan ujian, kesulitan bahkan banyak kegagalan.
Kepercayaan diri muncul dari berpikir positif. Pemikiran yang positif adalah pemikiran yang memikirkan dan membayangkan hal-hal yang positif, baik dan keberhasilan yang akan terjadi. Pemikiran positif memikirkan bahwa segalanya bisa, dan mungkin dilakukan serta dicapai. Sedangkan pikiran negative adalah pikiran yang memikirkan keburukan, kegagalan, kesulitan, musibah dan kendala-kendala yang akan didapatkannya jika melakukan sesuatu. Atau membayangkan hal yang buruk akan terjadi dimasa depan. Kesimpulannya orang yang berpikir positif berpikir bisa dan baik dilakukan atau didapatkan. Sedangkan orang berpikir negative berpikir tidak bisa, dan tidak mungkin dilakukan atau didapatkan. Sehingga orang yang berpikir positif melahirkan sikap optimis, percaya diri dan berani. Sebaliknya orang yang berpikir negative membuat mereka menjadi mudah patah semangat, minder dan tidak percaya diri, berburuk sangka, kecemasan yang berlebihan, penakut dan ragu-ragu ketika memulai sesuatu. Oleh karena itu kepercayaan yang muncul dari hati dan jiwa, harus diawali oleh pikiran positif.
Kepercayaan diri juga muncul dari keimanan kepada Allah swt. Orang yang beriman kepada Allah swt memiliki keyakinan bahwa Allah swt akan menolong kesulitan dan mengabulkan setiap doanya. Ketika dia taat beribadah dan berbuat baik, maka dia yakin bahwa Allah akan memberinya jalan keluar dari kesulitan hidup dan memberinya rezki yang tidak terduga. Keimanan kepada Allah swt akan membuat seseorang menjadi optimis, penuh harapan, berani, tenang sekaligus pasrah atau berserah diri pada kehendak yang Maha Kuasa. Sehingga kalaupun dia belum berhasil, hal ini tidak akan membuat kecewa, karena berarti Tuhan belum berkehendak, dan mungkin ini yang terbaik, karena dia yakin bahwa Allah swt selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Bagaimana cara menumbuhkan kepercayaan diri dan sikap optimis? Sebagaimana yang diungkapkan diatas, maka : Pertama, percaya diri muncul dari pemikiran positif. Oleh karena itu peliharalah cara berpikir positif dalam hidup. Pikirkan hal-hal yang bermanfaat, berguna dan member semangat. Kendalikan fikiran negative agar tidak membuat kita lemah semangat, putus asa, takut dan mudah menyerah. Ganti dengan pikiran positif yaitu berpikir bisa, berpikir akan akhir yang baik serta berpikir serta berbaik sangka kepada orang lain.
Kedua, miliki keyakinan dan keimanan yang kuat kepada Allah swt. Keyakinan akan pertolongan Allah atas doa dan harapan kita. Keyakinan bahwa ketika kita berniat baik dan berlaku baik maka Allah akan membantu kita. Serta tentu saja kita tidak boleh lupa untuk senantiasa beribadah dan berdoa kepada-Nya. Allah mengatakan dalam Al qur’an “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku kabulkan”.
Ketiga, miliki citra diri positif. Pandanglah bahwa diri anda baik dan memiliki potensi serta kelebihan. Fokuskan diri pada kekuatan dan potensi yang anda miliki. Jangan biarkan diri anda larut memikirkan kekurangan dan kelemahan anda. Bayangkan bahwa anda mampu dan bisa. Bayangkan diri anda sukses. Bayangkan diri anda memiliki kelebihan dan potensi yang besar dan kuat, yang mampu untuk anda bangkit dan kembangkan.
Keempat, jangan pedulikan kritikan pedas, atau ungkapan pesimisme yang dilontarkan orang lain pada anda. Yakinlah dengan kemampuan anda sendiri. Jadilah lebih kuat dan lebih tertantang untuk membuktikan jika mereka meragukan kemampuan anda. Anggaplah kritikan orang lain itu biasa. Bahkan jadikan kritik itu sebagai penyemangat anda.
Kelima, miliki keberanian untuk mencoba, jangan takut gagal. Kalau kita mempelajari biografi dan perjalanan hidup orang sukses dan pemimpin-pemimpin besar, maka satu kesamaan yang mereka miliki adalah “keberanian”. Mereka berani untuk menjalankan impiannya, berani menanggung resiko, berani menghadapi kesulitan, berani menantang arus dan berani untuk gagal. Kegagalan itu biasa. Mereka menganggap kegagalan itu adalah guru yang mengajarkan pada mereka dimana letak kelemahannya. Mereka menganggap kegagalan itu bukan sesuatu yang abadi. Mereka berpikir jika sekarang gagal, maka besok pasti bisa berhasil. Inilah sikap mental yang akan menumbuhkan sikap percaya diri.

Never Give Up
Langkah berikutnya untuk meraih sukses adalah bersikap pantang menyerah dalam mengejar dan meraih impian anda. Sangat mungkin anda mengalami kesulitan dan kegagalan dalam perjalanan anda. Hanya sikap pantang menyerah yang akan membuat anda akhirnya cepat atau lambat akan sampai di tujuan anda.
Kegagalan sebenarnya tidak ada, ketika kita bersikap pantang menyerah. Kebanyakan orang gagal karena mereka menyerah dan takluk oleh kegagalan. Kita akan berhasil ketika kita mampu menggagalkan kegagalan menggagalkan keberhasilan kita.
Janganlah terlalu cepat mengangkat bendera putih. Perhatikan kisah mereka yang sukses adalah mereka yang tidak pernah menyerah. Mereka gigih berjuang, mereka tangguh menghadapi kesulitan, mereka siap menderita, mereka siap bangkit kembali ketika mereka terjatuh. Mereka tidak membiarkan dirinya larut dalam kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
Sikap pantang menyerah ini muncul dari dari keyakinan dan pemikiran bahwa kegagalan itu biasa. Kegagalan itu dialami oleh setiap orang. Manusia tidak bisa seperti Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tidak mengalami kegagalan. Dia Yang Maha Agung selalu benar. Kegagalan yang kita alami adalha pertanda kita manusia. Namun kelebihan manusia adalah akalnya, yang dengan akalnya itu dia dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kegagalan yang dialaminya.
Kegagalan adalah ilmu yang berharga, yang dengannya kita mengetahui apa yang tidak boleh kita lakukan sebelumnya. kegagalan pasti ada sebabnya. Kegagalan disebabkan oleh serangkaian sikap dan tindakan yang menyebabkan kita gagal. Ketika mengalami kegagalan kita tahu dan bisa mengevaluasi diri untuk dimana letak kelemahan dan kekurangan kita. Maka sebenarnya kegagalan, adalah salah satu guru terbaik kita untuk mencapai cita-cita kita.
Sikap pantang menyerah juga muncul dari kesabaran. Kesabaran dalam menghadapi kesulitan hidup. Jiwa yang sabar adalah jiwa yang tangguh dan lapang. Ketika mendapatkan masalah maka masalah itu lebih kecil dibandingkan kebesaran jiwanya. Orang yang sabar seperti air laut yang dimasuki oleh berbagai macam kotoran, lumpur dan sampah, namun tidak mengubah kualitas dan rasa air laut tersebut. Hal itu disebabkan, begitu luas dan dalamnya lautan sehingga tidak sebandung dengan kotoran yang masuk kedalamnya. Oleh karena itu jika jiwa kita luas dan dalam, masalah akan terasa kecil. Tapi sebaliknya jika jiwa kita sempit dan dangkal, masalah sekecil apapun akan menjadi besar, sehingga menyesakkan jiwa itu sendiri.

Struggle
Hidup ini adalah perjuangan. Perjuangan untuk menggapai kebahagiaan dan kesuksesan sejati dunia dan akhirat. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Karena jalan menuju keberhasilan penuh dengan ujian dan tantangan. Mereka yang berjuanglah yang akan sampai menuju tujuan.
Para pemenang adalah para pejuang sejati. Mereka tidak hanya sekedar berusaha, tapi lebih dari itu mereka berjuang. Berjuang berarti berusaha dengan sungguh-sungguh dengan mengeluarkan semua potensi dan kemampuan. Berjuang berarti bersikap gigih, sabar dan pantang menyerah demi meraih kemenangan.
Seorang pejuang berarti orang yang tidak mudah mundur dan menyerah dalam menghadapi kesulitan. Para pejuang akan terus berusaha sampai tujuannya tercapai. Apapun resiko akan mereka tempuh meski harus berkorban harta maupun jiwanya. Contohnya para pejuang kemerdekaan Indonesia, yang berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan, mereka siap berkorban harta dan jiwanya. Mereka tidak takut menghadapi musuh yang bersenjata lengkap dan canggih dibandingkan dengan senjata mereka hanya bamboo runcing. Walau mereka gugur, namun mereka menjadi pahlawan bangsa yang selalu dikenang jasanya bagi anak cucunya. Karena mereka adalah pejuang. Pejuang yang tetap berjuang ditengah keterbatasan, dan kekurangan yang mereka miliki.
Para pejuang itu tidak menyerah oleh keadaan, tidak mundur karena kesulitan, tidak pesimis sebelum mencoba, siap berkorban demi tercapainya cita-cita. Itulah pejuang sejati. Maka kita pun harus menjadi seorang pejuang ketika kita ingin menang dalam pertempuran hidup ini. Jika kita tidak mau berjuang maka cepat atau lambat kita akan menjadi pecundang. Tentu hal itu tidak kita inginkan.
Bagaimana memunculkan jiwa pejuang ini dalam diri kita? Pertama, miliki tekad yang kuat untuk mencapai cita-cita dan tujuan kita. Tekad yang tidak pudar. Tekad yang berasal dari keyakinan dan kepercayaan yang tinggi terhadap keberhasilan.
Kedua, miliki keyakinan bahwa tantangan bisa dikalahkan. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Tidak kesulitan tanpa solusinya. Tidak ada musuh yang tidak bisa dikalahkan. Tidak ada penyakit tanpa obatnya. Keyakinan yang kuat bahwa kendala, musuh dan tantangan bisa dikalahkan membuat seseorang siap berjuang dengan seluruh kemampuannya.
Ketiga, sadarilah bahaya dan penderitaan hidup jika tantangan dan musuh tidak bisa dikalahkan atau tidak dilawan. Maka penderitaan dan kesengsaraan hidup berlarut-larut akan kita alami, sehingga tidak ada pilihan lain bagi kita melainkan harus berjuang. Hidup atau mati, gagal atau berhasil adalah urusan Allah swt selagi kita sudah berjuang dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Kalaupun gagal sang pejuang akan bangkit lagi, lagi dan lagi.

Imagine Success
Keberhasilan itu berawal dari sebuah impian dan cita-cita. Imam Hasan Al Banna pernah mengatakan bahwa Kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin. Artinya impian hari kemarin menentukan apa yang kita raih dan peroleh hari ini. Kalau kita ingin hari ini adalah kebaikan, kesuksesan, pencapaian, maka kita harus berani mengimpikan dan memikirkannya terlebih dahulu, barulah kita akan meraih hasilnya.
Rasulullah pun mengajarkan kita untuk bercita-cita dan optimis. Ketika membuat parit dalam persiapan perang khandaq, Rasulullah memukul sebuat batu besar yang sulit dihancurkan oleh para shahabat. Ketika batu itu hancur, maka keluarlah cahaya dari batu itu. Rasulullah serta merta mengatakan bahwa Kelak Romawi dan Parsi akan dikalahkan dan ditaklukan oleh ummat islam. Padahal ketika itu, penaklukan kota Makkah saja belum terwujud. Tapi Rasulullah menanamkan mimpi dan optimism kepada para sahabatnya, bahwa jangankan Mekkah kelak yang lebih besar dari itu akan mampu kita taklukan. Padahal ketika itu Kerajaan Romawi dan Parsi adalah kerajaan terbesar yang ada dizaman itu. Akhirnya apa yang diimpikan oleh Rasulullah tercapai dan diwujudkan oleh shahabat-shahabat beliau. Itulah kekuatan impian.
Impian adalah ibarat tujuan. Ketika kita berjalan tanpa adanya tujuan maka kita akan bingung dan tersesat kemana kita mau melangkah. Energy akan habis percuma akibat kita tidak focus menuju satu arah yang jelas.
Semua perolehan, prestasi, penemuan-penemuan, teknologi terbaru, gedung pencakar langit, buku dan novel best seller berawal dari impian penciptanya. Mereka berimajinasi untuk membuatnya setelah itu mereka mengaplikasikan impiannya tersebut menjadi kenyataan.
Pepatah mengatakan bahwa anda adalah apa yang anda pikirkan. Ketika kita memikirkan dan membayangkan keburukan maka hasilnya keburukan yang akan kita dapatkan. Namun jika kita membayangkan dan memikirkan kebaikan. Insya Allah kita akan mendapatkannya. Dalam hadist Qudsi Allah mengatakan Bahwa Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Artinya kalau kita berprasangka baik kepada Allah maka Allah akan berbuat kebaikan kepada kita. Sebaliknya jika kita berprasangka buruk maka Allah akan memberikan apa yang kita persangkakan tersebut.
Semua orang sukses, buku-buku motivasi , dan buku manajemen, menjadikan kekuatan impian ini sebagai langkah utama untuk meraih kesuksesan itu. Setiap orang yang ingin sukses harus memiliki impian. Namun impian itu bukan hanya sekedar tinggal di kepala. Namun harus divisualisasikan, dideskripsikan dan dituliskan dengan jelas dalam perencanaan hidup.
Membuat impian itu ibarat membuat perencanaan yang menjadi syarat utama keberhasilan. Baik pribadi ataupun organisasi. Organisasi atau pribadi yang tidak berencana berarti berencana untuk gagal. Sebagaimana sebuah ungkapan mengatakan “ IF You Fail to Plan, You Plan to Fail”.
Maka syarat utama untuk membuat impian agar tercapai adalah dengan menuliskan impian tersebut. Kemudian membuat target kapan tercapainya dan apa yang harus dilakukan demi mencapainya.
Hasil riset mengatakan hanya 3 persen manusia yang memiliki impian dan menuliskannya. Ternyata mereka yang sedikit inilah yang akhirnya menjadi orang yang kemampuannya baik dari segi ilmu, financial dan prestasi berada diatas rata-rata orang kebanyakan yang menjalani hidupnya tanpa perencanaan dan arah yang jelas.
Impian kesuksesan adalah motivasi terbesar kita dalam meraih kesuksesan itu sendiri. Kedangkala kita merasa jenuh dan lemah bekerja dan belajar demi terwujudnya cita-cita hidup kita. Tapi ketika kita membayangkan kembali jika terwujud impian tersebut maka kita akan kembali termotivasi untuk belajar dan bekerja kembali. Inilah mungkin sebab kenapa banyak orang yang mudah patah semangat dan mudah menyerah, karena mereka tidak memiliki impian yang mereka sendiri bertekad 100 % untuk mencapainya. Mereka sendiri ragu apakah mereka bisa mencapainya atau tidak, sehingga ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan mereka begitu instan dan tergesa-gesa mengatakan bahwa impiannya ini mustahil dan tidak bisa untuk diwujudkan.
Impian juga berfungsi memicu dan memacu kita untuk mengeluarkan potensi terpendam yang besar dalam diri kita. Potensi otak, emosi, spiritual dan tubuh kita yang besar ini akan sia-sia jika tidak dibangkitkan. Menurut Tony Buzan dalam buku Head Strong, para ilmuwan otak mengatakan bahwa otak manusia terdiri atas 1 trilyun sel bahkan lebih. Jumlah sel ini sama dengan 166 kali jumlah penduduk bumi yang berjumlah 6 milyar. Setiap sel berfungsi sebagai fungsi memory, dan kecerdasan manusia. Jika dlatih maka kemampuan otak manusia akan menjadi sangat luar biasa. Ditambah lagi potensi tubuh kita yang sangat dahsyat. Jantung kita mampu memompa darah tanpa berhenti 36 juta kali dalam setahun. Sel DNA kita jika disambung maka panjangnya 600 kali jarak bumi dan matahari. JIka sel-sel otot dan serabut syarat kita disambung maka panjangnya mencapai 11 km. serta berbagai potensi dahsyat lainnya. Maka, Impian adalah salah satu sarana untuk membangkitkannnya. Terutama impian yang besar dan menantang. David J Schawarz menyarankan kita, kalau kita ingin meraih pencapaian yang besar, pengeluaran potensi yang besar maka kita harus mau berpikir besar dan berjiwa besar. Dia menulis dalam bukunya yang terkenal The Magic of Thinking Big yaitu kekuatan berpikir besar. Orang-orang besar adalah orang yang berpikir dan bercita-cita besar.

Sincerity
Keikhlasan adalah energy spiritual dan jiwa yang paling besar. Allah swt mengatakan bahwa manusia yang tidak bisa digoda, disesatkan dan dijerumuskan oleh iblis dan pengikutnya adalah manusia yang ikhlas.
Keikhlasan berarti ketulusan, kerelaan hati dan kemurnian jiwa untuk berbuat kebaikan dan kemuliaan tanpa pamrih manusia dan balas jasa apapun, kecuali hanya satu mengharap keridhaan dan pahala dari Allah swt.
Sehingga orang yang ikhlas, ketika bekerja, maka dia akan bekerja dengan penuh ketulusan dan kesenangan. Tidak merasa terpaksa atau hanya karena ingin mendapatkan sesuatu. Contohnyketika seseorang bekerja semata-mata hanya untuk mendapatkan uang, maka selagi uang itu mencukupi kebutuhannya dia akan semangat dan mau bekerja. Namun ketika uang tidak lagi ada, atau ketika uang itu tidak mencukupi kebutuhannya maka semangat kerja, motivasi, kontribusi dan partisipasinya akan sangat menurun.
Memang tidak bisa dinafikkan, manusia membutuhkan uang dan materi. Namun jika materi yang menjadi tujuan dan ukuran, maka manusia akan egois, individualis, memikirkan kepentingannya sendiri, tidak mau membantu dan peduli pada orang lain. Manusia yang egois akan dibenci dan dijauhi oleh orang lain. Mereka sukses secara materi namun secara social dan emosional mereka gagal. Mereka tidak meraih sukses sejati.
Oleh karena itu keikhlasan menjadi kunci utama untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akhirat. Allah swt menerima amal dan perbuatan jika tidak ikhlas hanya mengharapkan keridhaan-Nya. Amal yang tidak ikhlas tidak diterima oleh Allah swt. Allah berfirman dalam Surat Al Bayyinah ayat 5 yang berbunyi “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (keikhlasan) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”. Memurnikan ketaatan disini maknanya adalah keikhlasan, yaitu beribadah hanya diterima Allah ketika ketaatan kita hanya semata untuk Allah swt.
Rasulullah saw juga mengatakan betapa pentingnya keikhlasan ini. Beliau berkata “Setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan. Jika seseorang berniat untuk mendapatkan dunia, maka akhirat tidak akan dia dapatkan. Tapi kalau dia berniat untuk mendapatkan akhirat, maka dunia dan akhirat akan dia dapatkan”. Hadist ini menjelaskan kepada kita bahwa landasan dan motif beramal menentukan terhadap hasil dari amal kita tersebut. Ketika seseorang berniat untuk meraih kebahagiaan dunia semata misalnya hanya mencari materi, pangkat, wanita/pria, maka dia tidak mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Tapi jika dia mencari kebahagiaan diakhirat atau berbuat untuk mencari keridhaan Allah (ikhlas) maka dunia dan akhirat akan diberikan Allah kepada-Nya. Jadi Allah menilai seseorang itu berdasarkan apa niat dihatinya dan apa yang menjadi motifnya dalam beramal.
Secara manusiawi kita juga merasa senang dan kagum pada manusia yang ikhlas dalam membantu sesama. Kita pasti akan merasa senang dengan teman yang ketika menolong kita dia tidak mengharapkan balasan. Hal itu terlihat dari sikapnya yang ketika dibalas atau tidak dibalas kebaikannya, maka kualitas dan cara dia menolong tidak berubah. Sehingga secara manusiawi kita tanpa diminta pasti juga dengan ikhlas membantu jika dia mengalami kesulitan.
Keikhlasan itu memberikan ketenangan dan kebahagiaan dalam hati kita. Ketika kita beribadah dengan ikhlas, maka kita tidak akan merasa berat dalam ibadah. Ketika kita bekerja dengan ikhlas maka pekerjaan akan terasa ringan bagi kita. Oleh karena itu keikhlasan membuat kerja yang berat terasa ringan, sebaliknya tanpa keikhlasan kerja yang ringan akan terasa berat.
Orang yang ikhlas akan merasakan keajaiban-keajaiban dalam hidupnya. Erbe Sentanu dalam buku Quantum Ikhlas dan The Science & Miracle of Ikhlas menulis bahwa ikhlas adalah kekuatan dahsyat yang mampu membuat manusia meraih sukses dan bahagia tanpa perlu ngotot dan bekerja mati-matian. Ikhlas akan mengundang datangnya pertolongan Allah Yang Maha Kuat, sebagaimana dalam pengertian Quantum Ikhlas. Imam Ja’far dalam kitab Al Bihar mengatakan “ Apabila seorang hamba berkata, “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah’, maka Allah menjawab, “Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhlas berpasrah diri, maka bantulah dia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya”.
Energi ikhlas adalah energy yang tidak kelihatan. Tapi sesungguhnya energy itu nyata, karena sesungguhnya semua energy itu tidak kelihata. Pada hakikatnya seluruh materi adalah kumpulan energy yang tidak kelihatan, tapi dia nyata. Ikhlas itu adalah anergi jiwa dan pikiran yang juga tidak kelihatan , tapi hakikatnya dia juga nyata.
Bagaimana menumbuhkan dan membangun sifat ikhlas ini dari diri kita? Pertama, niatkan ketika kita beribadah, bekerja, belajar atau membantu orang lain semata-mata hanya karena Allah swt.
Kedua, ketika kita berusaha maka kita selalu menyertakan diri dan mengingat Allah dalam semua tindakan kita. Tingkatkan kualitas dan kuantitas kedekatan kita kepada-Nya dengan ibadah, doa dan dzikir mengingat-Nya. Maka kita sedang mengundang energy Maha Dahsyat dari Sang Pencipta yang akan membantu kita menyelesaikan persoalahn hidup kita dan mengantarkan kita menuju impian kita.
Ketiga, bersikaplah pasrah, tawakkal dan berserah diri kepada Allah ketika menghadapi persoalan dan tantangan kehidupan. Berbuatlah dan kemudian berserah dirilah kepada-Nya. Ketika kita pasrah, ikhlas dan menerima semua ketentuannya. Kemudian diiringi dengan sifat syukur dan sadar menerima semua kehendak-Nya, maka hati dan jiwa kita akan meraih ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Trust and Truth
Trust adalah kepercayaan. Sedangkan Truth adalah kebenaran. Kepercayaan dan kebenaran harus menjadi kekuatan dalam hidup kita. Kepercayaan akan membuat hidup kita menjadi stabil. Kepercayaan yang benar akan mengantarkan kita pada kebahagiaan sejati.
Setiap orang sukses adalah orang yang percaya dengan sepenuhnya dan sesungguhnya terhadap jalan yang ditempuhnya. Dia memiliki keyakinan bahwa jalannya dan cita-cita hidupnya meraih kebahagiaan sejati dunia dan akhirat adalah jalan yang benar. Oleh karena itu kepercayaan harus dibimbing oleh kebenaran. Kepercayaan kita tidak boleh bertentangan dengan kebenaran. Kebenaran yang hakii adalah kebenaran illahi yang disampaikan-Nya melalui wahyu kepada kita.
Kesuksesan itu diawali oleh kepercayaan kita bahwa kita mampu untuk sukses. Kita harus percaya pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang akan selalu membantu dan menolong kita dari setiap kesulitan dan permasalahan hidup kita. Asalkan kita mentaatinya, beribadah dengan fisik dan hati kita, menyertakan keikhlasan, syukur, kesabaran dan doa maka dengan izin-Nya setiap kesulitan dan tantangan hidup yang kita alami akan terlewati.
Kita juga harus percaya pada diri kita sendiri. Percaya pada kemampuan dan potensi luar biasa yang diberikan Tuhan kepada kita. Ketika potensi itu kita latih, kita asah, kita pelajari dan kita kembangkan maka potensi itu akan tumbuh menjadi besar dan luar biasa. Betapa banyak orang yang diawalnya lemah, cacat, miskin dan tidak memiliki apa-apa serta bukan siapa-siapa akhirnya mereka meraih sukses dan bahagian karena mereka berada pada jalan yang benar, kepercayaan yang benar yang dibimbing oleh wahyu, sehingga mengantarkan mereka pada kesuksesan yang sebenarnya.
Kita juga harus percaya pada orang lain. Percaya pada kekuatan persaudaran dan kebaikan pada sesame. Ketika kita berbuat kebaikan pada sesame, maka itu akan mendatangkan kebaikan yang lebih besar pada diri kita. Ketika kita percaya dan berbaik sangka pada orang lain maka mereka juga akan membalas yang sama kepada kita. Karena sikap orang lain adalah cermin sikap kita kepada mereka. Kepercayaan pada orang lain akan menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan. Persaudaraan yang sejati akan membahagiakan diri, karena tidak bisa dimungkiri bahwa kita tidak bisa hidup sendiri, bahwa kita membutuhkan uluran tangan, cinta kasih, perhatian dan kepedulian pada orang lain. Ketika kita menanamkan kebaikan, kepercayaan, dan kebenaran pada orang lain maka hakikatnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri kita.
Kepercayaan itu mahal sekali harganya. Kunci sukses dari semua hubungan kemanusiaan apakah itu hubungan bisnis, persaudaraan, perpolitikan, pertemanan adalah kepercayaan. Ketika kepercayaan dikhianati atau disalah gunakan maka rusaklah semuanya. Begitu juga hubungan vertical dengan Allah swt. Ketika kepercayaan atau keimanan sudah hilang maka timbullah berbagai krisis moral dan penyimpangan.
Kebenaran adalah kekuatan yang sejati. Ketika kita berada pada jalan kebenaran, maka cepat atau lambat kita akan menang, karena Tuhan selalu akan melindungi dan memenangkan kebenaran atas keburukan dan kejahatan. Ketika kita berpegang pada kebenaran, maka kita berpegang pada kekuatan yang sangat kuat. Kebenaran tidak akan hancur ditelan masa. Kalaupun kebenaran terlihat kalah, lemah dan tersingkir hari ini, maka pastilah esok kebenaran itu akan muncul dan mengalahkan keburukan.
Oleh karena itu lakukanlah perbuat yang benar, maka anda sedang memenangkan diri anda cepat atau lambat. Hati nurani dan fitrah manusia akan cendrung kebenaran. Kecuali mereka yang hatinya sudah buta oleh hawanafsu dan kesalahan, maka kebenaran tidak akan mampu dilihatnya secara objektif. Dia kan menilai segala sesuatu dari menurut sudut pandangnya yang salah tersebut.

Energetic
Energetic adalah senantiasa membangun energy dan semangat positif dalam diri. Kadang kita merasa lemah dan lelah menuju tujua kita. Tapi jika kita berhasil memelihara kekuatan dan energy dalam diri, maka kelemahan dan kelelahan itu tidak akan lama. Kelemahan dan kelelahan itu tidak membuat berhenti, hanya membuat kita beristirahat untuk sementara.
Menjaga agar energy positif dan semangat positif dalam diri sangatlah penting. Semua itu bisa dilakukan ketika terwujudnya keseimbangan antara pemikiran (mind), fisik, emosi dan spiritual kita.
Membangkitkan energy bisa dilakukan dengan olahraga, refreshing, beribadah dan melakukan kontemplasi diri, serta makanan yang bergizi dibarengi oleh istirahat yang memadai.

Now Action
Semua teori, ilmu, pengetahuan, saran, kiat, strategi dan rencana menuju kesuksesan tidak akan ada artinya jika tidak ada tindakan. Tindakan adalah kekuatan yang sesungguhnya. Tindakan akan mengajarkan pada kita apakah rencana, strategi, ilmu dan teori yang kita pelajari berguna, terbukti, bermanfaat atau tidak.
Maka tindakanlah yang mengantarkan kita pada sukses sejati. Tindakanlah yang membuktikan bahwa kita hidup atau tidak. Ketika kita diam saja, tidak bertindak dan pasif, maka hakikatnya kita sudah mati. Karena hanya orang mati yang tidak bergerak.
Aiar yang diam akan menjadi busuk. Air yang bergerak akane menghasilkan kekuatan luar biasa yang bisa menghancurkan. Udara yang diam tidak berbahaya. Namun jika dia bergerak dengan kencang dan cepat maka akan berbahaya dan menghancurkan penghalang didepannya.
Rumus Energi ciptaan Einstein yang sangat dahsyat menggambarkan semakin besar kecepatan dari suatu benda maka akan semakin kuat energy yang dihasilkannya. Artinya jika kita bertindak dengan segera, cepat dan tanggap, tidak diam dan menunggu maka itu akan menghasilkan energy yang sangat kuat. Semakin cepat dan sigap kita bertindak, maka semakin besar kesuksesan yang akan kita raih. Sedangkan rumus kecepatan dalam hokum fisika, adalah kecepatan adalah jarak persatuan waktu. Artinya jika kita memperkecil waktu yang kita gunakan pada untuk menempuh suatu jarak, maka kita akan semakin cepat. Oleh karena itu kita harus cepat dan segera memulai bergerak dan bertindak sehingga kecepatan kita menuju tujuan akan semakin besar.

Totality
Totalitas artinya bekerja all out dengan seluruh potensi dan kemampuan untuk mencapai tujuannya. Totalitas tidak bekerja setengah-setengah atau separo hati, tapi bekerja dengan sepenuh hati dan segenap potensi yang dimiliki.
Kalau kita pelajari, semua orang sukses adalah mereka yang totalitas dalam belajar, bekerja dan berusaha. Mereka focus dan konsentrasi menggeluti usaha dan profesi yang dijalaninya sampai mereka ahli dan berhasil.
Dalam beragama kita juga harus totalitas. Allah swt berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam itu secara kaaffah (totalitas/menyeluruh), dan jangan mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu”.
Ketika bekerja, kita hanya bekerja secara fisik tapi tidak melibatkan pikiran dan perasan maka hasil pekerjaan tidak akan maksimal dan berkualitas. Lahir dan bathin harus kita libatkan dalam belajar dan bekerja.
Demikianlah saudaraku semuanya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Insya Allah kita akan meraih sukses dan bahagia dalam hidup ini ketika kita mampu bersikap Consistent. Salam sukses sejati!

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

5 Balasan ke CONSISTENT TO SUCCESS (The Concept to Get Real Success)

  1. maya chan berkata:

    kunci sukses harus bersabar dan terus mencoba, tak lupa tawakal serta pasrah..^^

  2. THXNUWON berkata:

    trmksh atas postingan ini .ini yg saya cari2,

    thankyou.maturnuwun.xiexie.

  3. Junjun Hermansah berkata:

    Duh mksih infrmsinya tapi jstru sya bingung mau dari mna langkah menuju kesuksesan itu aku awali……
    mau bantu gak…?????
    Bantu yach……!!!!!

    • anwar kusyadi berkata:

      ya sy bantu yah mudah2an pas dihatimu. untuk mengawali kesksesn seperti tadi anda baca. pertama mempunyai impian terlebih dahulu sebab impian adalah modal dasar kedua : berjalan istiqomah sambil berdoa dan berpegang teguh pada pertolongan Allah. ketiga: berfikir positif terus dan jangan sekali-kali berfikir megatif . inilah modal dasar orang-orang yang sukses besar walaupun awalnya secara logika manusia tidak akan mungkin, tapi dengan kita yakin seyakin-yakinnya pada Allah yang akan membimbing pada orang yang berniat baik. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s