KEKUATAN EMPHATY


Boy Hadi Kurniawan
“Seseorang yang terlalu bersikeras dengan pandangan-pandangannya sendiri menemukan tidak banyak orang yang sependapat dengannya”.
Lao Tzu, Tao The King

Empati adalah ciri utama dari orang yang memiliki kecerdasan emosional. Empathi sangat penting untuk kesuksesan hubungan antar manusia. Tanpa empati hubungan kita akan gagal, karena berarti kita tidak mampu memahami perasaan orang lain. Akibatnya akan sering terjadi salah persepsi, miskomunikasi dan konflik dengan orang lain. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia empati berarti kemampuan menghadapi pikiran dan perasaan orang lain
Empati harus dibangun berdasarkan kesadaran diri, semakin terbuka kita pada emosi sendiri, maka semakin terbuka pada emosi orang lain. Semakin kita memahami emosi dan perasaan diri kita, maka akan semakin bisa kita memahami emosi orang lain.
Kemampuan untuk bersikap empati ini sangat bermanfaat bagi kita, karena dengan ini kita mampu membaca perasaan orang lain dari isyarat non verbal karena 60 % persen bahasa komunikasi adalah non verbal, lebih pandai menyesuaikan diri secara emosional, lebih popular, lebih mudah bergaul, dan lebih peka terhadap orang lain
Berdasarkan penelitian yang diungkapkan oleh Daniel Goleman dalam Emotional Intelligence, bahwa anak-anak yang mampu membaca emosi orang lain tergolong anak paling popular disekolah
Menurut Goleman juga, Empati adalah berusaha setala (seide, sepikiran, seperasaan atau satu frekeuensi) dengan orang lain. Tiadanya kesetalaan antara orang tua dan anak, secara emosional akan merugikan anak dan menyebabkan mereka condong ke emosi yang tidak menyenangkan. Artinya ketika orang tua dan anak saling tidak memahami, terutama orang tua tidak memahami perasaan anaknya maka, anak akan cendrung pada emosi negative. Misalnya seorang anak yang memiliki permasalahan di sekolahnya, mungkin dengan teman atau dengan guru, sehingga semangat dan motivasi belajarnya menurun.
Orang tua yang tidak setala dengan anaknya, tidak akan mampu menangkap dan merasakan perubahan sikap dan perilaku anaknya, sehingga orang tua itu cendrung tidak peduli, bahkan tetap memaksa anaknya untuk sekolah, tanpa berusaha mengetahui apa masalah yang dialami anaknya. Atau contoh lain misalnya, seorang anak yang berhasil berprestasi di sekolah dan mendapatkan hasil ujian yang tertinggi dibandingkan kawan-kawannya, kemudian dia memperlihatkan nilai yang didapatnya kepada orang tuanya. Tapi mereka tetap cuek, tidak ada pujian, penghargaan atau turut bergembira atas keberhasilan anaknya. Akibatnya si anak merasa orang tuanya tidak peduli terhadap kerja dan usahanya. Kelak hal ini akan mempengaruhi emosi dan motivasinya untuk berprestasi lagi. Sangat mungkin motivasi belajarnya menurun.
Bagaimana caranya agar kita dapat menjadi “setala” dengan orang lain?. Atau dapat menyesuaikan diri dan berempati dengan orang lain?. Salah satu terapinya adalah dengan melakukan pencerminan atau mirroring yaitu berusaha setala dengan orang lain dengna cara meniru gerakan, ekspreasi dan cara berbicaranya. Ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain, jika komunikasi itu berjalan dengan baik dan kesepahaman. Kita akan melihat bahwa gerakan dan cara berbicara mereka akan cendrung sama. Kita juga mungkin pernah merasakan hal yang sama. Tanpa kita sadari gerakan dan bahasa tubuh kita akan mirip dengan kawan bicara kita.
Cara berikutnya untuk menumbuhkan empati dan kesetalaan dengan orang lain adalah dengan berusaha untuk bersikap tenang dan terbuka, karena Empati membutuhkan ketenangan dan kesediaan untuk menerima, sehingga sinyal perasaan halus orang lain dapat ditiru dan diterima oleh otak emosional orang itu sendiri
Sikap empati adalah awal kebaikan dan kemuliaan manusia. Karena empati berkembang dari moral dan etika. Orang yang berempati akan memiliki moral dan etika sekaligus memiliki sikap altruism yaitu sikap dan keinginan untuk membantu dan peduli pada orang lain. Orang yang mau membantu dan peduli pada orang lain adalah orang yang akan mendapatkan kemuliaan dan kecintaan dari sesame manusia, walaupun dia sendiri tidak menginginkannya. Namun hokum timbale balik berlaku, ketika manusia berbuat kebaikan dan membantu manusia, maka manusia itu akan berusaha untuk membalas kebaikannya, minimal dengan bersikap hormat dan memuliakan orang yang membantunya.
Sebaliknya, orang yang tidak memiliki empati akan menjadi penjahat, psikopat, dan kejam pada orang lain. Psikopat yaitu ketidak mampuan merasakan sedikitpun empati atau belas kasihan dalam bentuk apapun kepada orang lain. Menurut para pakar psikologi, hal ini merupakan cacat emosional yang paling membingungkan. Orang psikopat tidak mampu menjalin hubungan emosi, bahkan yang paling dangkal sekalipun. Mreka juga pembohong yang lihai untuk memenuhi keinginannya, karena yang mereka pikirkan adalah kesenangan dan kebahagiaan dirinya saja tanpa sedikitpun peduli pada orang. Mereka sama sekali tidak berempati dan terhadap penderitaan orang lain. Mereka bahkan tidak memiliki rasa takut akan hukuman akibat perbuatannya dan tidak memiliki empati terhadap ketakutan dan penderitaan korbannya
Orang normal ketika tersinggung atau kesal maka dia akan marah pada orang lain. Bisa jadi dia merespon dengan sikap yang dibarengi kemarahan seperti ungkapan keras dan kasar atau bahkan serangan fisik. Namun para psikopat yang tidak memiliki empati melakukan tindakan menyiksa dan menyakiti orang lain dengan ketenangan dan darah yang dingin, serta tanpa perasaan bersalah. Hal ini yang menyebabkan mereka bisa disebut pembunuh berdarah dingin.
Keajaiban Simpati
Anthony Robbins dalam unlimited power menggunakan istilah simpati dalan menggambarkan tentang empati ini. Sebenarnya simpati dalam pengertian menurut kamus besar bahasa Indoensia sama dengan pengertian empati. Simpati menurut KBBI yaitu rasa kasih, rasa setuju, rasa suka dan keikutsertaan merasakan rasa susah atau rasa senang orang lain. Hal ini persis sama dengan pengertian empati menurut Emotional Intelligence.
Menurut Anthony robbins, simpaty adalah kemampuan memasuki dunia seseorang dan menjadikan anda merasa memahaminya. Simpati artinya kemampuan pindah sepenuhnya dari peta dunia anda kepeta dunia orang lain. Inilah inti dari komunikasi yang sukses
Kemampuan meraih simpati adalah keterampilan terpenting yang mungkin dikuasai seseorang. Agar memberi performa yang baik dalam pekerjaan kita. Baik pekerjaan kita sebagai guru, marketing ataupun peran kita orang tua, sahabat yang baik, maka yang kita butuhkan adalah simpati, yaitu kemampuan membentuk ikatan dengan sesame manusia dan hubungan yang saling tanggap satu dengan yang lainnya
Bagaimana menciptakan simpati? Kunci sukses dari simpati adalah mencari kesamaan-kesamaan dengan orang lain, dan mengurangi dan menjauhi perbedaan-perbedaan. Dalam NLP disebut dengan bercermin (mirroring) atau mencocokan. Apa yang disamakan atau dicocokkan ? Antara lain :
1. Menyamakan minat, misalnya menyamakan hobi, gaya berpakaian atau kegiatan yang disukai dengan orang lain yang menjadi kawan, saudara atau klien kita
2. Menyamakan asosiasi, yaitu menyamakan hal-hal yang bersifat spesifik dengan orang lain misalnya mempunyai kampung yang sama, atau ,mempunyai teman yang sama
3. Menyamakan kepercayaan, yaitu menyamakan hal-hal yang dipercayai oleh mereka dengan kita, seperti sama-sama meyakini bahwa ibadah dan spiritual adalah jalan keluar dari persoalan hidup.
4. Menyamakan prediket dan kata untuk system representasi internal orang lain. Representasi internal yaitu bagaimana orang lain mengolah informasi. Apakah prediket atau kata untuk representasi visual, auditorial atau kinestetik. Prediket untuk Representasi visual yaitu melihat (see), memandang (look), membayangkan (imagine), menunjukkan (show) dan lain-lain. Prediket untuk representasi auditorial yaitu mendengar (hear), mendengarkan (listen), sounds ( terdengar) dan harmonize (mengharmoniskan). Sedangkan prediket untuk representasi kinestetik yaitu merasakan (feel), menyentuh (touch), get hold of (memegang) dan lain-lain
5. Menyamakan nada dan volume suara. Menyamakan irama perkataan dan tinggi rendahnya volume suara orang lain.
6. Menyamakan fisiologi, ekspresi wajah, tatapan mata, pola bernafas, gesture tubuh seperti gerak-gerik tangan atau gerakan lain yang khas. 50 % komunikasi yang berhasil berasal dari ekspresi wajah dan gesture tubuh ini. Pikiran sadar menangkap kata-katanya, pikiran bawah sadar menangkap fisiologi
Menyamakan diri dengan kawan bicara kita tidak berarti menghilangkan jati diri anda. Ini hanyalah fleksibilitas pribadi untuk dapat menarik simpati dan memenangkan hatinya. Studi tentang orang-orang yang sukses di seluruh dunia adalah karena mereka mampu dan sangat berbakat menarik simpati orang lain.
Menyamakan diri dan bersikap fleksibel dengan orang lain bertujuan agar kita mampu mempengaruhi dan memimpinnya serta membuat dia menyukai kita. Sehingga ketika kita menjadi seorang yang mampu mempengaruhi, memimpin dan mengendalikan orang lain. Hal ini penting jika kita adalah seorang sales, politisi, guru, dokter, manajer dan apapun profesi yang menuntut anda untuk berinteraksi, berkomunikasi dan meyakinkan orang lain.
Bagaimana cara agar kita dapat memiliki kemampuan ini? Kuncinya adalah dengan melatih diri untuk terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Latihlah dana praktekan melakukan cermin terhadap orang lain ini. Ketika anda berhasil melakukan ini, maka lihatlah bahwa hubungan dan interaksi anda akan semakin baik dengan mereka, sehingga anda berhasil menjadi orang yang berarti bagi orang lain.
Kemampuan untuk menyamakan ini dapat juga mengatasi dan mencegah perlawanan dan konflik. Dalam hubungan manusiawi kita sering berselisih paham dan kadang bisa jatuh pada konflik dengan orang lain. Untuk itu kita perlu membangun kesepahaman, bersikap fleksibel, menghindari perlawanan, dan menghormati pendapat orang lain. Ada ungkapan kata-kata yang jika anda gunakan hal ini akan dapat mencegah perlawanan dan konflik serta membangun rappot (kebersamaan) dengan orang lain. Ungkapan kata-kata itu antara lain :
• Saya hargai pendapat anda……………………..
• Saya hormati cara pandang anda………………………..
• Saya setuju dengan pendapat anda……………………….
Kunci utama untuk mengatasi perbedaan dan konflik adalah dengan membujuk orang lain lewat kesepahaman daripada penaklukan. Berusahalah untuk berpikir dan bertindak untuk menang-menang (win win solution). Jika anda melakukan itu maka anda akan meraih kemenangan bersama. Namun jika anda melakukan sebaliknya, yaitu anda hanya berusaha untuk memenangkan diri anda sendiri saja, baik dalam berpendapat atau mengambil keputusan, Maka seperti yang dikatakan seorang filsuf yaitu Lao Tzu dalam Tao The King “Seseorang yang terlalu bersikeras dengan pandangan-pandangannya sendiri menemukan tidak banyak orang yang sependapat dengannya”. Oleh karena itu bangunlah kesuksesan kehidupan anda dengan bersikap empati dan simpati pada orang lain, kelak anda akan membuktikan keajaibannya dalam kehidupan anda. Salam sukses Sejati !!

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s