THE ART OF INFLUENCE PEOPLE


Boy Hadi Kurniawan

Salah satu kemampuan untuk memenangkan dan meraih sukses dalam pergaulan dan kehidupan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Kemampuan ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh para pemimpin-pemimpin sukses di seluruh dunia dan dalam sejarah kehidupan. Definisi kepemimpinan sendiri adalah seni dalam mempengaruhi orang lain. Artinya jika kita mampu mempengaruhi orang lain maka kita layak dan mampu menjadi pemimpin baik secara formal maupun non formal.
Ketika kita memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, maka kita dapat menjadikan orang lain membantu kita dalam mencapai tujuan hidup kita. Kemampuan mempengaruhi ini penting untuk dimiliki agar kita sukses dalam menjalani profesi yang kita geluti. Apakah kita seorang guru, sales, politisi, pengusaha, pedagang, pembicara, dan sebagainya. Semua pekerjaan tadi menuntut anda untuk berinteraksi dengan orang lain, bahkan membutuhkan bantuan orang lain. Maka sangat dibutuhkan kemampuan mempengaruhi orang lain agar mengikuti keinginan kita.
Untuk dapat memiliki kemampuan ini pertama kali kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki cara dalam memproses informasi. Dalam NLP hal ini disebut meta program. Memahami meta program sangat membantu kita untuk mengetahui bagaimana cara masuk ke dalam “ dunia” orang lain. Berikut ini adalah meta program yang dimiliki manusia :
1. Kecendrungan mendekati atau menjauhi. Setiap manusia bekerja dan berbuat berdasarkan motif ingin mendapatkan kesenangan atau kenikmatan (mendekati) atau menghindari penderitaan dan kesulitan (menjauhi). Setiap orang memiliki kecendrungan yang dominan diantara dua motif tersebut. Ada orang yang cendrung mendekati dan ada yang cendrung menjauhi. Ketika kita memahami motif orang lain mendekati misalnya, maka ketika kita ingin mempengaruhi atau mendapatkan simpatinya kita bisa berkata atau menawarkan hal-hal yang disenangi atau diinginkannnya. Sebaliknya jika motif seseorang menjauhi, maka kita bisa meyakinkan dia dengan menyampaikan resiko atau efek negative ketika dia tidak mengikuti apa yang kita katakan.
2. Kerangka acuan internal atau eksternal. Kerangka acuan internal adalah ketika anda bekerja atau berbuat maka kepuasan dan keyakinan anda sendiri terhadap hasil kerja anda lebih memuaskan dan menyenangkan dibandingkan penilaian orang lain kepada anda. Sebaliknya kerangka acuan eksternal adalah ketika anda menilai hasil kerja anda dari pendapat atau pujian orang lain. Ukuran keberhasilan anda adalah penilaian orang lain, bukan diri sendiri. Ketika kita menyadari kerangka seseorang ini, misalnya kita menjadi pemimpin, maka kalau kita memiliki bawahan yang memiliki kerangka acuan eksternal, maka pujian dan penghargaan terhadap pekerjaannya adalah sesuatu yang bernilai untuk memotivasi dia dalam berbuat lebih baik lagi. Ketika bawahan anda adalah orang yang memiliki kerangka acuan internal, maka lebih baik anda bertanya kepada dia bagaimana penilaiannya sendiri terhadap hasil kerja sendiri. Jika menurut dia baik dan anda pun menilai pekerjaannya telah memenuhi standar, walaupun anda tidak sangat menyukainya, maka anda dapat menghargai dan menilai bahwa hasil kerjanya sudah berhasil, karena ini akan memotivasinya untuk bekerja dengan lebih baik.
3. Penyortiran demi diri sendiri atau demi orang lain. Ada orang yang berbuat dan bekerja demi kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri. Sedangkan ada orang lain yang berbuat dan bekerja kecendrungan untuk dan demi orang lain. Walaupun kita tidak berada atau orang tidak berada pada kondisi esktrem yang terlalu mementingkan diri sendiri yang disebut dengan egois, atau terlalu mementingkan orang lain sehingga menjadi “martir”. Namun kita bisa mempengaruhi orang lain dengan memahami ini. Dalam mempengaruhinya bagi orang yang kecendrungannya untuk diri sendiri maka kita bisa membicarakan hal-hal yang mendatangkan keuntungan baginya. Sebaliknya jika kecendrungan demi orang lain, maka kita bisa membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan social, sukarelawan, bantuan dan sebagainya. Hal ini akan membuat anda berpengaruh disisi mereka. Dalam menempatkan seseorang pada suatu pekerjaan, kecendrungan penyortiran demi diri sendiri atau penyortiran demi orang lain ini sangat penting. Seorang auditor cocoknya adalah orang yang penyortirannya bagi dirinya sendiri, yaitu mereka yang lebih mementingkan kualitas dan hasil kerjanya dibandingkan penilaian orang lain. Sebaliknya seorang dokter lebih baik dominasi penyortirannya demi orang lain sehingga dia peduli pada kondisi dan keadaan pasiennya.
4. Kecendrungan mencocokan dan tidak mencocokan. Orang yang memiliki kecendrungan mencocokan adalah mereka yang berusaha mencari kesamaan dalam melihat, menilai dan melakukan sesuatu. Sebaliknya orang yang memiliki kecendrungan tidak mencocokan adalah mereka yang menilai dan melihat perbedaan dari sesuatu. Mereka yang cendrung tidak mencocokan biasanya sulit meraih simpati karena sering melihat dan menonjolkan perbedaan dengan orang lain. Menurut Anthony Robbins yang bertipe tidak mencocokan adalah minoritas. Dalam sebuah survey yang dilakukan, ternyata yang memiliki kecendrungan tidak mencocokan hanya sebesar 35 %.
5. Melibatkan apa yang dibutuhkan untuk meyakinkan seseorang akan sesuatu. Strategi ini tediri dari dua bagian. Pertama, anda harus mengetahui terlebih dahulu landasan sensorik apa saja yang ia butuhkan untuk menjadi yakin. Ada empat jawaban yang mungkin. Misalnya untuk membuat anda yakin dengan kepandaian seseorang dalam bekerja maka apakah anda 1) harus melihatnya mengerjakan pekerjaan itu atau 2) mendengar tentang seberapa baiknya ia bekerja atau 3) mengerjakan bersamanya atau 4) membaca tentang kemampuannya. Kedua, seberapa sering seseorang memberikan stimuli sehingga anda menjadi yakin. Ada empat jawaban yang mungkin. Apakah 1) cukup satu kali demonstrasi anda sudah yakin, 2) beberapa kali (2 atau lebih), 3) setelah berapa lama ( seminggu, sebulan atau setahun), 4) secara konsisten dan terus menerus dia mesti meyakinkan anda. Metaprogram ini penting untuk anda miliki misalnya anda bekerja sebagai seorang sales. Tindakan atau demonstrasi seperti apa yang anda lakukan untuk meyakinkan calon konsumen anda, apakah cukup dengan membuat iklan media massa (mendengar dan melihat) atau mesti mendemonstrasikan dan bertemu langsung dengannya. Berapa kali anda mesti meyakinkan konsumen anda, apakah sekali, 2 kali, atau seminggu, sebulan, setahun dan setiap kali anda berinteraksi dengannya. Hal ini bisa diketahui berdasarkan pengalaman anda menerapkannya.
6. Kemungkinan versus keperluan. Kemungkinan adalah orang yang mengambil tindakan berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yaitu mereka yang lebih termotivasi oleh apa yang ingin mereka kerjakan. Mereka mencari pilihan-pilihan, pengalaman dan tantangan. Mencoba berbagai hal dan melihat kemungkinan mana yang berhasil. Sementara orang yang termotivasi oleh keperluaan adalah mereka yang melakukan sesuatu karena mereka memang membutuhkannya. Mereka mencari kepastian dan sesuatu yang sudah jelas. Mereka bertindak karena mereka harus melakukannya. Ketika anda bergaul dengan orang yang termotivasi karena kemungkinan, maka anda memberikan gambaran peluang-peluang dan kemungkinan seperti apa yang akan didapatkannya. Sedangkan dengan orang termotivasi karena keperluan anda menjelaskan apa yang pasti didapatkannya, dan apa yang menjadi kebutuhannya
7. Gaya kerja seseorang, kooperatif atau mandiri. Gaya kerja kooperatif yaitu mereka yang bisa dan senang bekerja bersama-sama dengan orang lain. Sedangkan gaya kerja mandiri yaitu mereka yang bisa dan optimal bekerja jika bekerja sendiri. Mereka justru terganggu dan kesulitan ketika bekerja bersama-sama. Ketika anda mempunyai rekan atau bawahan yang memiliki gaya kerja ini maka ketika dia memiliki gaya kerja kooperatif, maka libatkan dia dalam tim yang akan mendukung kinerjanya. Sedangkan jika dia cendrung bekerja sendiri maka biarkan ia melakukan pekerjaan yang menuntut dia untuk sendiri misalnya dalam riset atau penelitian, atau sebagai penjaga/satpam dan sebagainya. Maka dia akan menghormati anda.
Melakukan Persuasi atau Meyakinkan orang lain
Menurut Dale Carnegie mengatakan dalam Bukunya How to Influence People, cara yang sangat efektif dan terbukti dalam mempengaruhi orang lain adalah dengan memiliki kemampuan teknik-teknik dasar dalam menangani manusia yaitu :
1. Jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh. Kritikan, cercaan atau keluhan pada orang lain akan membuat mereka menjauhi kita. Setiap orang tidak akan senang ketika dirinya disalahkan, walaupun dia memang salah. Apalagi jika cara menyampaikan kesalahan itu tidak tepat. Walaupun niat kita baik untuk mengingatkan kesalahannya, jika cara kita tidak tepat hal itu akan membuat hubungan dan pengaruh kita pada orang tersebut menjadi berkurang bahkan habis. Oleh karena itu lebih baik jika kita tidak mengkritik, apalagi mencerca orang lain. Ketika anda menghindari ini, maka yakinlah anda akan berpengaruh di hadapannya
2. Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Setiap orang merasa senang ketika dihargai dan dipuji. Apalagi pujian dan penghargaan yang disampaikan dengan tulus. Oleh karena itu, janganlah pellit dan menahan diri untuk memuji orang lain yang memiliki kelebihannya masing-masing. Anda akan mudah mengambil hati dan mempengaruhi orang lain ketika anda mudah pula memuji dan menghargainya.
3. Bangkitkan minat pada diri orang lain. Setiap orang memiliki hobi dan kesukaan tertentu. Setiap orang juga menyukai ketika orang lain membicarakan dirinya terutama kebaikannya. Oleh karena itu perbanyaklah berbicara tentang orang lain daripada diri anda, maka dia akan senang dan berminat kepada anda. Tanyalah hobinya, apa kesukaannya dan apa yang diinginkannya, apa keluhannya, lalu dengarlah dengan perhatian. Maka anda akan menjadi orang yang berpengaruh kepadanya.
Membuat Orang Menyukai Kita
Seorang yang berpengaruh harus mampu membuat orang lain menyukai dan sedang berinterkasi dengannya. Kita tentu tidak mau hanya sebatas mampu mempengaruhi saja, tapi sampai pada tahap membuat orang lain menyukai kita. Berikut ini adalah 6 cara membuat orang lain menyukai kita :
1. Jadilah sungguh-sungguh berminat terhadap orang lain. Anda pasti akan senang kepada orang yang berminat dan tertarik kepada anda. Oleh sebab itu untuk membuat orang tertarik kepada kita, maka kitalah yang harus memulainya. Dengan menjadi orang yang berminat terhadap orang lain. Tunjukkan kesenangan dan perhatian anda kepada orang lain, maka dia juga akan menghargai dan menyenangi anda , sehingga anda menjadi berpengaruh dihadapannya.
2. Tersenyumlah. Setiap orang pasti menyukai senyuman. Senyuman kepada orang lain bermakna keramahan, kesenangan dan kesukaan pada mereka. Senyuman lebih kuat dari kata-kata. Ketika anda berkenalan dan berbicara dengan orang lain, dengan menggunakan senyuman. Anda sudah meninggalkan kesan yang positif kepada dia. Hal itu menjadi awal bagi anda untuk berpengaruh dihadapannya
3. Ingatlah nama seseorang adalah hal paling mengesankan dan paling penting bagi orang itu dalam bahasa apapun. Setiap orang punya sifat alami yaitu mencintai dirinya sendiri. Buktinya ketika melihat sebuah foto yang didalamnya ada diri kita dan teman-teman kita. Maka orang pertama yang kita lihat adalah? Ya diri kita sendiri. Salah satu yang disukai dan disenangi seseorang adalah namanya sendiri.
Kita pasti suka ketika berbicara dengan orang, nama kita disebutnya. Bukan mengganti nama kita dengan Si “Anu” atau saudara, atau anda. Ketika kita mampu menyebut nama, maka lebih baik nama itu kita sebutkan. Oleh karena itu ketika anda berkenalan dengan orang lain, pastikan anda menanyakan namanya dan mengingat nama orang tersebut. Ketika anda bertemu lagi dengannya, kemudian namanya anda sebutkan. Maka kesan yang tertangkap olehnya adalah anda menganggapnya penting dan tidak melupakannya, karena anda mengingat namanya. Maka dia akan menjadikan anda orang yang penting juga dalam hidupnya.
4. Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka. Orang lain pasti suka membicarakan dirinya sendiri, maka pancinglah mereka untuk berbicara tentang dirinya. Salah satu kunci kesuksesan dalam komunikasi adalah kemampuan mendengarkan. Bukan hanya kemampuan berbicara. Oleh karena itu ketika anda mampu mendengarkan maka anda akan disukai orang lain. Karena orang lain pasti lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.
5. Bicarakan minat-minat orang lain. Orang lain pasti menyukai anda membicarakan tentang diri mereka. Salah satu yang dibicarakan adalah minat dan kesukaan mereka. Bicarakan minat mereka, maka anda akan mendapatkan minatnya kepada anda.
6. Buat orang lain merasa penting-dan lakukan dengan tulus. Setiap orang pasti suka diperlakukan dan dianggap sebagai orang yang penting bagi anda. Abraham maslow mengatakan bahwa salah satu kebutuhan yang memotivasi manusia adalah kebutuhan akan kasih sayang dan kebutuhan aktualisasi diri. Ketika anda membuat orang lain merasa penting dengan berbicara dengan menatap matanya, bersalaman dengan hangat kepadanya, kemudian melayani kebutuhannya dengan baik, maka anda akan mendapatkan perhatian dan pengaruh kepadanya.
Kemampuan Membuat Orang lain mengikuti Cara berpikir kita
Kemampuan berikutnya yang harus dimiliki seorang yang berpengaruh adalah kemampuan membuat orang lain mengikuti cara berpikirnya. Ada beberapa prinsip untuk mewujudkan hal tersebut :
1. Menghindari perdebatan dengan orang lain. Perdebatan itu lebih banyak resiko dan efek negatifnya dibanding manfaatnya. Perdebatan dapat menimbulkan konflik dan kesalahpahaman. Jika anda menginginkan hubungan yang baik, maka hindarilah sedapat mungkin perdebatan dan perbedaan pendapat yang tajam. Carilah kesamaan dengan orang lain, bukan perbedaan.
2. Perlihatkan respek pada orang lain, jangan berkata “anda salah”!. Perlihatkan respek, rasa menghormati, perhatian dan kepedulian anda pada orang lain, maka dia akan melakukan hal itu juga pada anda. Jangan sekali mengatakan anda salah, maka itu menimbulkan perlawanan dan ketersinggungan dalam dirinya. Sehingga hubungan anda menjadi kurang harmonis dengannya.
3. Kalau anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik. Setiap kita pasti memiliki kesalahan. Ketika anda bersalah atau khilaf, maka akuilah dengan sportif bahwa kita salah. Jangan merasa berat untuk minta maaf. Akui dengan senyuman, cepat dan simpatik. Maka anda akan dihormatinya.
4. Mulailah dengan cara yang ramah. Ketika anda akan berbicara dengan orang lain, baik dengan 1 orang ataupun dengan banyak orang maka mulailah dengan sikap ramah dan baik kepada meraka. Maka mereka akan mengikuti cara berpikir anda.
5. Usahakan orang mengucapkan ya, ya dengan segera. Dengan cara menyampaikan hal-hal dan kata-kata yang disukainya. Untuk membuat orang mengikuti yang anda pikirkan dan katakan, maka ucapkan kata-kata yang pasti diiyakannya. Kata-kata itu tentu saja kata dan kalimat positif.
6. Biarkan orang lain lebih banyak berbicara. Biarkan orang lain yang berbicara tentang dirinya, setelah itu bicarakan apa yang anda inginkan maka dia akan mengikuti perkataan anda.
7. Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya. Ketika anda ingin menyampaikan suatu ide dan gagasan kepada orang lain, maka usahakan ide itu seakan-akan berasal dari orang tersebut. Ungkapkan ide-ide dan gagasan positif dan kreatif, lalu buatlah seakan itu berasal dari orang lain. Sehingga dia tidak merasa diajari dan ditunjukkan kepada sesuatu yang menurut anda baik.
8. Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Cobalah untuk memahami ide, gagasan dan sudut pandang orang lain. Setelah itu sampaikan gagasan anda, maka mereka akan mengikuti anda
9. Berempatilah dengan ide dan hasrat orang lain. Jadilah orang yang memperhatikan, merespon dan peduli terhadap pendapat orang lain, maka anda akan dihormatinya.
10. Imbaulah motif-motif yang lebih mulia. Ungkapkanlah kalimat-kalimat positif yang memuliakan orang lain.
11. Dramatisir ide-ide anda. Jadikan ide anda sesuatu yang dramatis dan menyentuh perasaan orang yang anda pimpin.
12. Lemparkan tantangan atau timbulkan hasrat berkompetisi untuk berprestasi lebih baik kepada orang yang anda pimpin, lalu beri penghargaan pada mereka sesuai prestasi
Kemampuan Untuk Merubah Orang lain
Seorang yang berpengaruh adalah orang yang mampu mengubah orang yang dipimpinnya menjadi lebih baik baik. Kita harus menyadari bahwa setiap manusia pasti memiliki kelemahan. Misalkan kalau kita adalah seorang pemimpin dalam organisasi atau perusahaan. Jika kita tidak mampu merubah orang yang kita pimpin, maka perjalanan organisasi bisa terganggu. Oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk merubah orang lain. Berikut ini adalah teknik mengubah orang lain tanpa membuat mereka tersinggung, marah atau digurui.
1. Kalau anda ingin mengoreksi kesalahannya, mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur. Sebelum membenarkan dan meluruskan kesalahan orang lain, maka mulailah dengan pujian dan penghargaan terhadap pendapatnya, barulah anda sampaikan pendapat anda. Maka dia akan mengikuti saran anda untuk merubah dirinya.
2. Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung. Jangan secara langsung menyampaikan kesalahan kepadanya. Namun bisa disampaikan dengan sebuah ilustrasi, cerita, kiasan. Membandingkan dengan orang lain atau dengan cara menunjukkan mana yang benar dan seharusnya dilakukan.
3. Bicarakan kesalahan anda dulu sebelum mengkritik orang lain. Sebelum anda meluruskan kesalahan orang lain, anda bisa saja mengungkapkan kesalahan atau kekhilafan anda terlebih dahulu. Hal ini bermakna dan menyiratkan bahwa anda ingin meluruskannya sambil mengatakan kesalahan itu biasa, saya juga pernah melakukannya. Hal ini akan membuat dia tidak merasa telah gagal dan melakukan kesalahan yang fatal. Sehingga membuat dia mau melakukan koreksi diri tanpa kehilangan semangat.
4. Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung. Ketika anda ingin memberikan sebuah perintah atau instruksi kepada orang lain, maka bisa anda lakukan dengan cara tidak langsung seperti mengajukan pertanyaan kepada orang lain. Misalnya, Bagaimana menurut anda kalau kita melakukan hal ini?
5. Biarkan orang lain menyelamatkan muka. Ketika orang lain melakukan kesalahan, maka jangan biarkan mereka merasa bersalah , malu dan kehilangan muka. Biarkan mereka membela diri dihadapan orang lain. Atau biarkan mereka mengungkapkan alasan kenapa mereka melakukan kesalahan itu. Kemudian anda berusaha memahaminya, sehingga dia tidak terlalu merasa bersalah. Dia akan menghormati anda karena menganggap anda memahaminya.
6. Pujilah peningkatan sekecil apapun. Tuluslah dalam penerimaan anda dan murah hati dalam penghargaan anda. Ketika orang lain, keluarga ataupun bawahan anda melakukan sesuatu yang baik, maka pujilah kebaikan dan keberhasilan dia dengan tulus. Sikap ini akan menyenangkan hatinya dan membuat dia senang kepada anda. Sekaligus memotivasinya untuk melakukan perbuatan dan peningkatan dengan lebih baik lagi.
7. Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi. Citrakan orang lain adalah orang yang baik, berguna dan berprestasi. Karena harga diri, tindakan dan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri tergantung pada citra dirinya dan citra orang lain terhadapnya. Ketika anda seorang guru, lalu anda mencitrakan murid anda nakal. Lalu mengatakan kepadanya kamu nakal. Anda akan selalu bersikap kepadanya bahwa dia nakal. Padahal mungkin saja hari ini dia berubah. Jika sikap itu konsisten anda lakukan. Hal ini akan mempengaruhi pula terhadap diri anak tersebut, dia juga akan menganggap dirinya memang nakal sehingga prilaku nakal itu terus terpelihara dalam dirinya.
Sebaliknya jika anda menganggap dan memberikan citra dan reputasi positif kepadanya. Maka hal itu akan mendorong dia untuk berpandangan positif pada dirinya sehingga dia akan bersikap positif untuk membenarkan pandangan tersebut.
8. Gunakan dorongan, buatlah kesalahan tampak mudah diperbaiki. Buatlah kesalahan orang lain tampak mudah diperbaiki. Jangan mempersulit dan mendramatisir kesalahan orang lain sehingga membuat mereka merasa kesulitan memperbaiki diri dan merasa terpukul. Ketika anda meluruskan mereka, sekaligus motivasi dan doronglah mereka untuk dapat memperbaiki diri.
9. Buat orang lain merasa senang mengerjakan hal yang anda sarankan. Jadikan saran anda yang mesti dikerjakan orang lain merupakan saran yang mudah dan menyenangkan bagi mereka. Pujilah mereka dan motivasi bahwa mereka bisa melakukannya. Kemudian berikan reward atau penghargaan atau kompensasi yang menarik jika mereka mampu melakukannya. Hal ini akan memberikan semangat kepada mereka untuk melakukannya.
Inilah seni dan cara untuk menjadi seorang yang berpengaruh dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga kita dapat menjadi pemimpin dan manusia sejati sehingga dapat meraih kesukesan dunia dan akhirat.

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Kepemimpinan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke THE ART OF INFLUENCE PEOPLE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s