ISTIQAMAH FOR SUCCESS (The Concept to Get Real Success)


Oleh : Master Trainer “Boy Hadi Kurniawan”
Setelah mengungkap konsep Consisten to Succes pada tulisan sebelumnya, maka sebagai lanjutannya penulis melanjutkan dengan konsep ISTIQAMAH to Success. Konsisten dalam bahasa arab artinya adalah Istiqamah. Dalam Al Qur’an, kita disuruh Allah untuk berdoa dalam Surat Al Fatihah agar senantiasa berada pada jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang istiqamah. Artinya kita disuruh istiqamah oleh Allah swt. Kenapa? Logika sederhananya untuk menjadi baik itu memang tidak mudah, jika kita sudah baik, maka mempertahankan kebaikan itu ternyata lebih sulit lagi. Atau bahasa lainnya mendapatkan hidayah itu tidak semua orang namun mempertahankan hidayah itu juga bukan sesuatu yang gampang.
Jika konsep Consisten to Success bertujuan untuk membangun kekuatan motivasi dan emosi untuk meraih sukses, maka Konsep istiqamah ini bertujuan untuk membangun kekuatan terdalam dan terutama dari diri kita yaitu kekuatan spiritual. Penulis meyakini bahwa Sikap istiqamah akan mengantarkan kita menuju sukses dan bahagia sejati sebagaimana yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw, bahwa kesuksesan beliau menjadi Rasul dan pemimpin terbesar karena sikap ISTIQAMAH dan pantang menyerahnya. Maka Konsep Istiqamah untuk meraih sukses itu penguraiannya adalah sebagai berikut :
Iman yang kuat
Iman kepada Allah kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Iman kepada Allah ibarat pondasi yang akan mengokohkan bangunan kepribadian kita. Iman kepada Allah akan membuat manusia menjadi makhluk spiritual yang menjalankan ibadah dan perbuatan baik. Iman kepada Allah akan membuat manusia menjauhkan diri dari perbuatan negative, dosa dan keburukan, sehingga melahirkan kebahagiaan sejati.
Iman kepada Allah swt menumbuhkan sikap optimis. Orang yang beriman bersikap optimis karena Allah menjanjikan bantuan dan pertolongan-Nya. Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Ath Thalaq ayat 2-3, “barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah akan member jalan keluar dari kesulitan yang dialaminya” dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka”. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan keperluannya”.
Iman kepada Allah akan menumbuhkan sikap berani, karena hanya Allah yang berhak kita takut kepada-Nya. Allah swt berkata, ketika semua manusia ingin berbuat buruk kepada kita, namun jika Allah tidak berkehendak, maka hal itu tidak akan terjadi. Kita melihat bagaimana keberanian Rasulullah saw menyampaikan kebenaran Islam walaupun beliau sendirian ditengah Kaum Quraisy yang menyembah berhala. Beliau menghadapi resiko pengucilan, penghinaan, penyerangan bahkan pembunuhan, namun karena beriman kepada Allah swt beliau tidak mundur dan takut sedikitpun. Ternyata keberanian yang berlandaskan keimanan ini yang akhirnya membuahkan kemenangan atas perjuangan beliau tersebut. Mekkah berhasil ditaklukan tanpa peperangan, dan orang quraisy berbondong-bondong menerima seruan beliau untuk beriman hanya kepada Allah swt semata.
Iman juga menumbuhkan sikap tenang dan percaya diri. Karena Allah swt mengatakan bahwa orang yang terbaik disisinya adalah orang yang paling bertaqwa (beriman). Sehingga kekurangan materi tidak akan membuat seorang yang beriman menjadi minder, karena ukurannya bukan materi tapi ketaqwaan. Ketenangan dalam hati akan muncul karena keyakinan bahwa Allah akan membantu hamba-Nya. Sementara kepercayaan diri akan muncul karena keyakinan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah adalah Kaum yang terbaik, sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Al Imran : 110. Kamu adalah ummat terbaik yang diciptakan untuk manusia, yang menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.
Orang yang berimana memiliki Ciri sebagai berikut :
1. Yakin dan percaya kepada Allah swt sebagai Sang Pencipta Jagad Raya dan segala isinya. Menyakini bahwa Allah swt yang berkuasa dan menentukan apapun yang terjadi didunia, baik kehidupan, kematian, bencana, rezki, dan pertolongan dari setiap kesulitan serta pengabulan dari setiap doa hanya Allah swt
2. Cinta kepada Allah swt dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada dirinya sendiri dengan mendahulukan kehendak Allah, membela agama Allah, berkorban untuk agama Allah dengan harta dan jiwa yang kita miliki
3. Taat dalam beribadah kepada Allah swt, dan senantiasa bershalwat kepada Rasulullah saw. Senantiasa menunaikan kewajiban sebagai hamba yaitu untuk beribadah kepada Allah swt, menyembah, mengagungkan dan mentaatai-Nya dengan sepenuh hati dan keikhlasan
4. Ikhlas dalam melakukan setiap perbuatan baik, hanya karena Allah swt semata, bukan karena mengharap kepentingan dunia
5. Menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah swt dan Rasul-Nya yang dapat merusak iman, hati dan menimbulkan dosa

Sabar dan Syukur
Rasulullah saw bersabda “ sungguh bahagia urusan orang yang beriman, ketika mendapat musibah mereka bersabar, dan ketika mendapat nikmat mereka bersyukur”.
Kita menyadari usaha untuk mencapai tujuan dan cita-cita hidup kita diwarnai oleh berbagai kesulitan, tantangan bahkan kegagalan. Maka tidak ada cara mengatasi dan menghadapinya melainkan dengan kesabaran.
Kesulitan, tantangan dan musibah hidup tidak akan bisa kita hindari. Kesulitan hidup itu bisa berupa kegagalan usaha, kehilangan harta, kematian orang yang kita cintai, kehilangan pekerjaan, kegagalan studi, kecelakaan, bencana alam seperti kebakaran, gempa bumi, tsunami dan sebagainya, tidak bisa kita duga dan hindari kapan datangnya. Untuk menghadapi semua itu kita membutuhkan pertahanan jiwa yang kuat. Pertahanan jiwa itulah yang kita sebut dengan kesabaran. Tanpa kesabaran kita akan lemah, frustasi, menyesali diri, dan sedih berkepanjangan.
Mengendalikan diri menghadapi kesenangan dan kenyamanan hidup sehingga tidak membuat kita lalai, dan lupa diri juga membutuhkan kesabaran. Tanpa kesabaran menghadapi kesenangan hidup kita bisa menjadi pribadi yang berleha-leha, lalai, banyak santai dan lupa diri, sehingga menggunakan nikmat yang dimilikinya untuk berbuat kesalahan dan dosa.
Allah swt berfirman, “Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu”. Artinya ada 2 penolong kita dalam menghadapi kesulitan hidup kata Allah yaitu kesabaran dan shalat (ibadah). Allah juga mencintai orang-orang yang sabar. Orang yang sabar adalah orang yang kualitasnya mencapai kualitas para Nabi, yang menghadapi berbagai kesulitan dan ujian ketika menyampaikan wahyu Allah, namun mereka bersabar. Allah swt berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar”.
Untuk menjadi pribadai yang sabar maka kita bisa melakukan hal sebagai berikut :
1. Senantiasa menambah 3 I yaitu iman, ilmu dan ibadah kepada Allah swt. Berbekal keyakinan bahwa Allah bersama orang yang sabar dan mencintai orang yang sabar maka kita harus bersabar menghadapi ujian kesenangan maupun kesulitan hidup. Berbekal ilmu kita mengetahui keutamaan dan keunggulan sifat sabar. Kita juga mengetahui cerita dan riwayat hidup orang yang sabar dan sukses disisi Allah swt. Berbekal ibadah kita dapat menjaga dan menenangkan diri agar senantiasa terkendali sikap dan hati agar tidak menjadi keras
2. Kendalikan emosi negative dalam diri seperti kemarahan, ketakutan, kecemasan, kepanikan, keputus asaan, kekecewaan dan dendam dalam diri agar tidak menggerogoti hati
3. Lihatlah sisi positif dan manfaat serta mengambil hikmah dari setiap persoalan dan kegagalan yang kita alami. Jadikan sebagai sarana penguat dan memperbaiki diri
4. Senantiasa berdoa kepada Allah swt agar dikaruniai kesabaran.
Allah swt berfirman dalam Al Qur’an “ Barangsiapa yang bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah swt kepada-Nya, maka Allah akan menambah nikmat-Nya. Barangsiapa yang kufur akan nikmat Allah maka Allah akan memberikan azab yang pedih”.
Syukur juga memberikan kebahagiaan dan ketenangan hati yang sejati. Ketika kita bersyukur atas kejadian yang kita alami baik berupa nikmat ataupun kesulitan maka secara emosi kita akan tenang.
Rhonda Byrne, penulis buku best sellet, The Secret, mengatakan syukur adalah Rahasia untuk meraih kebahagiaan dan kekayaan hidup. Syukur adalah salah satu kekuatan The Law of Attraction (hokum tarik menarik) yang menjadi inti atau pesan dari The Secret. Termasuk ketika kita bersyukur terhadap yang belum kita miliki atau kekurangan kita, maka akan menarik datangnya pelengkap kekurangan kita tersebut.
Bersyukur terhadap nikmat yang kita dapatkan sebenarnya suatu hal yang wajar dan semestinya kita lakukan. Namun ketika kita tetap mampu bersyukur terhadap hal yang tidak kita miliki atau kekurangan kita, maka inilah suatu kekuatan yang luar biasa. Jika kita renungkan memang setiap kesulitan dan kegagalan hidup yang kita alami pada hakikatnya juga nikmat dan kasih sayang Allah. Bisa jadi dengan kegagalan dan kesulitan itu Allah mendidik kita untuk menjadi lebih baik dan lebih berkualitas. Seperti pepatah yang menyampaikan, bahwa “Pelaut yang tangguh itu tidak dilahirkan dilaut yang tenang”.
Ada sebuah kisah seseorang yang gagal naik pesawat karena terjebak kemacetan. Padahal saat itu dia mesti berangkat karena suatu urusan bisnis yang sangat penting untuk diikutinya. Tapi akhirnya dia terlambat, sedangkan pesawat sudah berangkat. Dia merasa jengkel dan menyesal dalam hati kenapa dia sampai terlambat, gara-gara kemacetan itu. Akhirnya dia kembali pulang kerumah dan tertidur. Setelah bangun dia menyetel tv dan melihat berita yang mengatakan bahwa telah terjadi kecelakaan pesawat. Ternyata pesawat yang jatuh tersebut adalah pesawat yang harusnya dia tumpangi tadi. Seandainya dia naik kepesawat itu kalau tidak terlambat karena terjebak macet, maka dia akan menjadi korban. Saat itu dia bersadar, menangis dan mengucapkan Alhamdulillah serta bersujud kepada Allah. Dia tersadar bahwa Allah sudah mengajarkannya untuk bersukur kepada-Nya apapun yang terjadi. Semenjak itu dia berjanji untuk selalu bersyukur apapun yang dia alami dalam hidup.
Untuk bersyukur maka kita harus melakukan hal sebagai berikut :
1. Syukuri nikmat yang kita miliki baik yang kecil ataupun yang besar. Kadangkala kita bersyukur terhadap nikmat yang susah kita raih, tapi kita lupa bersyukur terhadap nikmat yang sudah kita dapatkan dan ada dalam diri kita. Betapa banyak nikmat Allah yang harusnya kita syukuri seperti kesehatan, kehidupan, keluarga, makanan, minuman, udara, kedamaian hati, kebahagiaan, rumah tempat berteduh dan semuanya adalah nikmat Allah
2. Syukuri dan berterima kasihlah kepada Allah terhadap kesulitan hidup yang kita alami, karena sesungguhnya ada orang yang lebih sulit hidupnya dibandingkan kita.
3. Syukuri dalam bentuk perbuatan dengan taat beribadah kepada-Nya, gunakan harta untuk membantu sesame, gunakan jabatan untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar.

Taat Ibadah
Apakah tujuan hidup kita didunia? Apa tugas yang mesti kita lakukan selama hidup didunia? Allah swt telah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah swt, yaitu pada Surat Adzariyat ayat 56, “Tidak Ku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”.
Ayat ini menjelaskan tujuan penciptaan manusia yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Namun ibadah memiliki makna komprehensif. Ibadah itu terbagi atas 2 yaitu ibadah mahdhah atau ibadah khusus sebagaimana yang diperintahkan-Nya untuk shalat, bepuasa, membayar zakat dan naik haji. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah diluar ibadah khusus yang bersifat luas. Pada prinsipnya semua amal dan keagiatan yang baik dan positi, tidak merugikan orang lain, bermanfaat bagi sesama bernilai ibadah disisi Allah. Bahkan dalam sebuah hadist Nabi Muhammad saw mengatakan menyingkirkan duri dari jalan, tersenyum kepada saudaramu, menjaga kebersihan lingkungan, membantu atau memberi makan binatang/hewan yang membutuhkan termasuk ibadah kepada Allah swt.
Kita bisa membayangkan, misalnya kita mempunyai atasan, kemudian atasan kita itu memberikan kita tugas, lalu kita menjalankannya dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh maka tentu saja atasan kita merasa senang kepada kita. Sehingga ketika kita mengalami kesulitan atasan kita akan membantu, bahkan mungkin gaji dan jabatan kita akan ditingkatkannya.
Begitu juga ketika kita taat dan patuh pada perintah Allah swt, maka Allah saw akan mencintai kita, sehingga bantuan, pertolongan, keberkahan, hidayah, rezki dan kebahagiaan hidup akan dilimpahkan-Nya kepada kita. Karena begitu mudah itu bagi Allah dibandingkan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki-Nya dilangit dan dibumi.
Ketika kita ingat Allah (zikrullah), maka Allah juga akan mengingat kita. Ketika kita ingat kepada Allah, kemudian berzikir kepada-Nya baik dengan lisan dan hati, maka Allah akan menurunkan ketenangan dalam hati kita. Allah sw berfirman dalam AL Qur’an Surat Al Anfaal “ Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allahlah hati akan merasa tenang”. Ketika kita mengingat Allah, maka kita akana merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan kita, sehingga hal itu mencegah kita dari perbuatan yang dilarang-Nya dan merugikan diri kita seperti perbuatan mencuri, berselingkuh, berzina, memfitnah, berbohong, korupsi dan lain-lain.

Ihsan dalam beramal
Sikap ihsan adalah sikap terbaik dalam beramal dan bekerja. Ihsan artinya kebaikan (The best). Rasulullah mengatakan bahwa Allah swt mencintai seorang muslim yang ihsan (terbaik) dalam beramal.
Ihsan dalam beribadah artinya kita mencoba untuk melakukan yang terbaik, khusuk, sungguh-sungguh, disiplin dalam beribadah serta beribadah seakan-akan melihat Allah.
Ihsan dalam bekerja artinya kita sungguh-sungguh bekerja, memberikan kontribusi yang terbaik baik dari segi waktu, tenaga dan pemikiran. Ihsan terhadap keluarga berarti berusaha untuk menjalankan peran kita masing-masing dengan memberikan kasih sayang, cinta, pengorbanan dan perang yang terbaik, baik kita sebagai ayah, ibu, anak ataupun saudara. Kita mampu menjalankan kewajiban kita dengan baik sebagai bagian dari keluarga.
Ihsan dalam kehidupan secara umum berarti kita terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memperbaiki diri. Kita berlomba-lomba untuk menambah ilmu, iman, amal dan prestasi kita.
Untuk menjadi orang yang ihsan dalam beramal maka kita bisa melakukan hal berikut :
1. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, dan sepanjang hidup. Seraplah ilmu dan kebenaran dari mana saja dan siapa saja. Sehingga kita mempersiapkan bekal untuk menjadi seorang ahli (ihsan)
2. Beribadahlah seolah-olah melihat Allah swt, sehingga kita khusuk dalam ibadah dengan merendahkan diri dihadapan-Nya Yang Maha Agung. Sehingga kita tidak ragu untuk meminta bantuan-Nya dan sedikit rizki dari sekian banyak rizki dan harta yang dimilikinya yang bahkan tek terhingga luasnya.
3. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, focus, perencanaan yang matang, dan keahlian terbaik kita sehingga menghasilkan kerja yang memuaskan kita dan orang lain.
4. Berbuatlah baiklah pada sesame sebagaimana kita sadari setiap detik Allah swt selalu berbuat baik kepada kita dengan memberikan udara, air, makanan dan minuman kepada kita. Bantulah sesame dengan ikhlas, lakukan kebaikan pada mereka yang membutuhkan. Walau kebaikan itu tidak berupa harta tapi bisa dengan kata, jiwa, ilmu dan peran nyata yang membantu mereka.

Qiraah Qur’an
Ketika Rasulullah diangkat menjadi Rasul pada saat beliau sedang merenung dan menyendiri di Gua Hira’, maka datanglah malaikat Jibril as, membawa wahyu Allah swt. Surat yang pertama kali diturunkan adalah Surat Al Alaq yang ayat pertamanya berbunyi “Iqra’” yang artinya bacalah. Dilanjutkan dengan ayat keduanya yang berbunyi Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.
Keberhasilan dan kesuksesan Rasulullah saw dalam menyampaikan wahyu dan kebenaran kepada masyarakat Quraisy yang semuanya dahulu adalah penyembah berhala karena Rasulullah dibimbing oleh Allah swt dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab petunjuk dan pedoman hidup untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wahyu dari Allah adalah kebenaran mutlak yang pasti benar. Kita melihat betapa banyak ayat al qur’an yang dahulunya tidak dimengerti manusia karena masih rendahnya teknologi dan pengetahuan, sekarang terbukti kebenarannya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai contoh ayat yang al qur’an yang menceritakan tentang proses penciptaan manusia dalam Surat Al Mukminun ayat 12 – 14 sebagai berikut : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Ayat diatas menjelaskan kepada kita kalau manusia diciptakan dari saripati tanah. Berdasarkan kesimpulan para ahli ternyata semua unsure yang berada dalam tanah add pula dalam tubuh manusia. Ketika meninggal dunia, jasad manusia akan mudah membusuk dan menyatu dengan tanah sehingga tidak ada lagi bedanya. Kemudian dari tanah tersebut dijadikan air mani, yang kemudian air mani itu disimpan dalam rahim. Kemudian dari air mani itu menjadi segumpal darah.
Kenapa Allah tidak menyebut sel telur? Ternyata memang penentu jenis kelamin lelaki dan perempuan dari anak yang akan dilahirkan adalah sel sperma manusia. Artinya manusia yang dilahirkan ditentukan oleh sperma bukan oleh sel telur. Setelah air mani menjadi segumpal darah, kemudian berkembang menjadi segumpal daging. Lalu daging tersebut dibungkus dengan tulang. Kemudian tulang itu dibungkus lagi dengan daging. Proses yang dijelaskan secara rinci oleh al Qur’an ini, ternyata persis sama dengan proses pembentukan janin menurut ilmu kedokteran yang sudah melalui penelitian. Inilah salah satu bukti kebenaran Wahyu AllahAl Qur’an.
Sementara bukti yang lain adalah proses kejadian penciptaan alam semesta yang dinyatakan dalam Alqur’an yang disebut oleh para ahli dengan The Big Bang Theory. Para ahli meyakini bahwa dahulunya alam semesta ini adalah sesuatu yang padu dan padat, kemudian terjadi ledakan dahsyat yang memisahkan semua planet dan benda angkasa lainnya. Teori ini disepakati dan disimpulkan para ahli sebagai teori yang paling diterima saat ini. Tapi al qurlan sudah menyatakannya 14 abad yang lalu, yang diungkapkan pada Quran Surat Al Anbiyaa’ ayat 30 yang berbunyi : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
Sejarah peradaban islam menceritakan kepada kita bahwa para ulama-ulama dalam islam adalah orang yang sangat mencintai ilmu dan membaca. mereka mempelajari ribuan hadist, membaca puluhan ribu jilid kitab yang ditulis oleh ulama sebelum mereka. Sebagai contoh seorang ulama yang bernama Imam Ibnul Jauzi telah membaca 20 ribu jilid buku, dan masih terus mencari dan menambah bacaannya. Salah seorang murid Imam Ibnul Taimiyah yang bernama Al Hafiz Ibnu Abdul Hadi berkata “Jiwaku tidak pernah kenyang dengan ilmu, tidak pernah puas dengan membaca, tidak pernah bosan dengan kesibukan itu dan tak pernah letih untuk terus menelaah dan mencari”. Tradisi keilmuan inilah yang menyebabkan islam pernah memimpin peradaban dunia dan menghasilkan banyak ilmuwan besar selama berabad-abad lamanya.
Untuk menjadi orang yang mendapatkan keutamaan membaca, ada beberapa hal yang harus kita lakukan antara lain :
1. Biasakan diri membaca dan mentadabburi al qur’an. Pahami ayat-ayat Allah, renungi dan amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari
2. Bacalah dan amalkan perkataan Rasulullah dan hadist-hadist yang menuntun kita meraih kehidupan yang sempurna dunia dan akhirat
3. Biasakan diri membaca buku setiap hari yang terkait dengan bidang dan prefesi yang ingin anda geluti. Miliki komitmen dan jadwal yang teratur untuk membaca. jangan sia-siakan waktu yang kita milikil. Isilah dengan membaca dan belajar

Amanah
Untuk menggapai sukses kita harus bersikap amanah. Tanpa sikap amanah ini maka kepemimpinan dapat menjadi bencana. berbagai krisis yang melanda kita bangsa kita disebabkan krisis amanah dan tanggung jawab dari para pemimpin. Pengkhianatan terhadap amanah ini melahirkan prilaku korupsi, manipulasi, kebohongan pribadi ataupun kebohongan public.
Bersikap amanah atau bertanggung jawab berarti anda menyadari bahwa anda yang menentukan keberhasilan atau kegagalan anda sendiri, bukan orang lain. Bersikap amanah berarti anda memutuskan untuk menanggung semua resiko akibat perbuatan anda sendiri dan tidak mencari kesalahan orang lain
Rasulullah memiliki 4 karakter utama yang dengan karakter tersebut beliau menjadi seorang Rasul atau utusan Allah. Karakter itu adalah amanah atau bertanggung jawab (responsibility). Beliau dijuluki atau dipanggil al Amin oleh kaum Quraisy semenjak beliau belum diangkat menjadi Rasul. Orang-orang sangat percaya pada kejujuran, integritas dan rasa tanggung jawab beliau terhadap amanah yang diberikan kepadanya. Sehingga mereka sering menitipkan harta bendanya kepada Nabi Muhammad saw ketika akan pergi berdagang ke Negara lain yang jauh.
Kalau kita perhatikan dan pelajari ternyata salah satu karakter utama para pemimpin-pemimpin dan tokoh besar didunia ini adalah bersikap amanah atau bertangguh jawab. Mereka bertanggung jawab terhadap terhadap tugas, profesi dan orang-orang yang mereka pimpin.
Dalam islam, golongan manusia yang buruk dan tidak disukai Allah dan Rasul-Nya adalah orang yang munafik. Sementara itu Rasulullah saw menyatakan ada 3 ciri orang munafik yaitu kalau berkata dia dusta, kalau berjanji dia ingkar dan kalau diberi amanah dia berkhianat.
Milikilah sikap amanah dan bertanggung jawab ini. Jadilah orang yang dapat dipercaya ketika diberi suatu tugas atau suatu profesi. Jangan khianati kepercayaan orang yang sudah memberi kepercayaan kepada anda. Ketika anda melakukan itu maka anda melihat bahwa mereka akan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada anda.
Ketika anda adalah seorang pengusaha yang memiliki konsumen yang memberikan kepercayaan kepada anda untuk memesan produk atau jasa anda. Kemudian anda mengerjakan dan membuat produk itu dengan amanah dan bertanggung jawab. Anda kerjakan sebaik mungkin sesuai dengan keinginan konsumen anda. Maka dia akan menjadi pelanggan setia anda dan terus membeli produk dan jasa anda. Namun sebaliknya, jika tidak memiliki sikap amanah, maka anda mengerjakan produk dan jasa itu asal jadi saja, maka mungkin saat itu konsumen anda tetap membeli karena sudah memesannya, namun untuk pemesanan berikutnya bisa dipastikan dia tidak akan melakukannya lagi.
Ada beberapa cirri dan bentuk sikap amanah seseorang yang harus juga kita miliki dalam diri kita antara lain :
1. Orang yang amanah adalah orang yang berkata dan bertindak jujur serta menjauhkan diri dari dusta dan kebohongan
2. Orang yang amanah adalah orang yang menepati janjinya
3. Orang yang amanah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan kesungguhan dan sebaik mungkin serta jauh dari sifat lalai dan kemalasan
4. Orang yang amanah tidak menyalahkan orang lain atau mencari kambing hitam terhadap kesalahan yang dia lakukan sendiri
5. Orang yang amanah siap menangungg resiko dan akibat dari setiap amanah atau tangguh jawab yang diembannya.

Muhasabah dan Evaluasi Diri
Dalam perjalanan diri menuju akhir dan tujuan hidup kadangkala kita lalai, lupa dan tersesat dari jalan yang seharusnya. Oleh karena itu diperlukan evaluasi diri dan koreksi terhadap apa yang sudah kita lakukan selama ini.
Orang yang dapat maju dan berkembang adalah orang yang mau berubah menjadi lebih baik karena mau mengakui kelemahan dan kekurangan diri serta bersedia memperbaikinya.
Dalam kaidah manajemen setiap rencana dan kerja yang dilakukan harus dievaluasi, dikritisi dan diperbaiki. Tanpa adanya evaluasi perbaikan maka rencana tersebut mungkin telah melenceng dari yang seharusnya dilakukan
Manusia adalah tempat khilaf dan salah yang jika tidak disadarinya, maka dia dapat terjerumus dalam kekhilafan yang sama secara terus menerus. Untuk itu diperlukan evaluasi diri. Keinginan untuk bercermin diri melihat kekuarangan dan kelemahan pribadi.
Orang yang menyadari kelemahan dan kekurangannya berarti orang yang tahu dan sadar diri bahwa setiap manusia pasti memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki sehingga tidak menghalangi langkahnya menuju sukses.
Evaluasi diri ini perlu dilakukan secara berkala dan kontinyu agar perbaikan diri dapat kita lakukan secara kontinyu sehingga kesalahan yang kita lakukan tidak berlarut larut. Evaluasi diri berarti kita mau menilai diri sendiri, mau mengakui kekurangan diri, menyadari kekurangan diri kita.
Evaluasi diri juga bisa dilakukan dengan meminta masukan, pendapat bahkan kritikan orang lain untuk memperbaiki diri dan kekurangan kita. Adakalanya kita tidak menydari kelemahan kita. Mungkin orang lain yang melihat kekurangan dan kelemahan kita. Kadangkala karena kesibukan harian dan kerja kita lupa melihat kedalam diri kita sendiri. Kita mengalami masalah dalam hidup, yang kadang masalah itu muncul dan bersumber dari diri kita sendiri. Muncul dari hati dan pikiran kita.
Allah swt juga menyuruh kita untuk bertaubat, mengakui kesalahan kita, menyesalinya dan berjanji serta bertekad untuk tidak mengulanginya. Barulah ampunan Allah swt akan kita dapatkan. Allah swt mencintai orang yang bertaubat dan mensucikan dirinya dari kesalahan dan dosa.
Jadilah orang yang senantiasa memperbaiki diri dan merubah diri. Sesungguhnya orang jepang dapat maju menjadi bangsa yang besar karena mereka mengamalkan konsep kaizen, yaitu konsep perbaikan dan perubahan tiada henti, walaupun dari hal yang kecil dan sederhana.
Keuntungan melakukan evaluasi diri adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui kelemahan kita yang menjadi penyebab kegagalan dalam hidup
2. Mengetahui kekurangan kita dalam bertindak yang menyebabkan rencana kita tidak sesuai dengan yang diharapkan hasilnya
3. Memperbaiki diri dan kesalahan yang kita lakukan sehingga tidak lama berlarut-larut yang bisa menyebabkan kegagalan yang fatal dan permanen bagi kita
4. Tumbuh dan berkembang setiap hari menjadi lebih baik, karena mau bercermin diri dan melakukan perbaikan yang sejati karena perbaikan itu muncul dari dalam hati, bukan karena paksaan.

Adil dan bijaksana
Allah swt menyuruh kita untuk berbuat adil, karena sikap adil itu mengantarkan kita pada ketaqwaan. Sikap adil adalah sikap yang proporsional dan seimbang serta objektif dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Keadilan ini kita butuhkan agar tidak terjadi ketimpangan dan penyimpangan dalam hidup. Ketidak adilan menyebabkan adanya hak manusia yang teraniaya ataupun hak diri kita yang tidak terlaksana.
Keadilan pada diri berarti kita memberikan hak diri kita terkait dengan kebutuhannya yaitu kebutuhan makan dan minum, kebutuhan spiritual, kebutuhan ilmu pengetahuan dan pendidikan, kebutuhan obat ketika sakit, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan untuk refreshing dan relaksasi dan kebutuhan yang lainnya. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka diri kita akan sakit baik secara lahir ataupun bathin.
Keadilan pada diri berarti juga menjaga diri dari hal-hal yang merusak diri kita baik secara lahir maupun bathin. Secara lahir kita harus menjaga diri dari hal yang menyakiti dan dapat merusak fisik kita seperti kurang istirahat, makan berlebihan, makanan yang mengandung zat kimia merusak fungsi tubuh, ataupun racun seperti merokok, minuman beralkohol dan narkotika. Sedangkan secara bathin menjaga diri dari hal yang merusak jiwa kita seperti kemarahan, kedengkian, dendam, kebohongan, kemaksiatan seperti berzina, berselingkuh, berpacaran yang dapat menedekatkan kita pada zina dan perbuatan-perbuatan yang merusak jiwa lainnya seperti ketakutan, kecemasan yang dibiarkan akibat pikiran negative dan sebagainya.
Bersikap adil terhadap orang lain juga harus kita lakukan, karena ketika kita bertindak tidak adil maka keharmonisan akan terganggu dan dapat menimbulkan kerusakan tatanan masyarakat, bangsa dan negara. Apalagi kita sebagai pemimpin atau orang yang berhak mengambil keputusan seperti hakim, jaksa, aparat kepolisian atau para pengelola Negara seperti PNS, pegawai swasta, anggota DPR, politisi dan lain-lainnya kita harus bersikap adil dalam mengambil kebijakan dan keputusan.
Ketidak adilan dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab kepemimpinan, hokum atau birokrasi sebagaimana profesi diatas menyebabkan terjadinya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketidak adilan dalam mengambil keputusan hokum, kolusi, manipulasi, nepotisme dan sebagainya yang menyebabkan kerusakan tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Akibat ketidak adilan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dari para pemimpin dan profesi diatas maka bangsa kita Indonesia menjadi Negara yang tingkat korupsinya paling tinggi di asia, mengalami krisis ekonomi dan banyaknya penduduk bangsa kita yang miskin dan menganggur karena aparatur pemerintahnya, aparat penegak hukumnya telah bertindak tidak adil dan bijak dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Dalam sebuah keluarga, jika orang tua berlaku tidak adil dan bijak terhadap anak-anaknya maka anak yang mendapat perlakuan tidak adil akan menjadi anak yang cendrung untuk nakal dan melawan kepada orang tuanya.
Oleh karena itu sikap adil dan bijaksana ini mesti kita tanamkan dan tumbuhkan dalam diri kita agar kita menjadi orang yang sukses dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
Lawan dari keadilan adalah kezaliman. Orang yang bersikap tidak adil berarti dia telah menzalimi dan mengambil hak orang lain. Ketika itu kita lakukan maka kita termasuk orang yang dibenci Allah swt ataupun dibenci oleh sesame manusia.
Kita dapat melihat dalam kenyataan hidup, bahwa para pemimpin yang tidak adil dalam mengambil kebijakan akan dibenci dan tidak dipatuhi oleh anak buahnya. Orang tua yang tidak adil akan dilawan anaknya. Pemerintah yang tidak adil akan dimusuhi oleh rakyatnya, orang yang tidak adil pada dirinya akan disakiti oleh dirinya sendiri, pengusaha yang tidak adil pada konsumennya akan ditinggalkan dan kehilangan pelanggannya. Oleh karena itu sikap adil dan bijaksana ini sangat kita butuhkan dalam hidup agar terwujudnya keseimbangan dan harmonisasi kehidupan.

Hati yang bersih
Point terakhir dari konsep ISTIQAMAH menuju sukses adalah hati yang bersih. Untuk meraih sukses sejati kita harus memiliki hati yang bersih yaitu hati yang terbebas dari dosa, kedengkian, dusta, kemarahan, kebusukan, dendam, egoism, dan pengkhianatan. Karena ketika hati kita masih diselimuti oleh sikap diatas maka hati kita menjadi kotor (hati kotor) dan tidak bijak dalam melihat suatu permasalahan.
Hati yang kotor akan menyebabkan kita merasa malas dan berat untuk mendekatkan diri kepada Allah, artinya hati yang kotor akan merusak spiritualitas kita. Hati yang kotor juga akan merusak emosi kita sehingga menyebabkan emosi menjadi tidak terkendali, kita mudah tersinggung, mudah sakit hati, mudah putus asa, mudah marah dan mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan
Hati yang kotor akan menyebabkan kegelisahan jiwa, kebahagiaan semu dan sesaat, kecemasan, ketakutan, perasaan bersalah, yang kemudian dapat mengganggun metabolism dan kesehatan tubuh kita. Orang yang hatinya kotor dalam jangka waktu yang lama dan tidak dibersihkan akan menjadi orang pemarah yang kemudian mengakibatkan penyakit darah tinggi, penakut dan pencemas yang mengakibatkan penyakit jantung dan lemahnya immunitas tubuh sehingga penyakit lain mudah menyerang, akan menjadi orang yang zalim dan jahat sehingga menjadi pembunuh, pencuri, pemerkosa yang mengakibatkan dia menjadi sampah masyarakat dan jika tertangkap dia akan dihukum.
Oleh karena begitu besarnya dampak hati yang kotor maka kita harus membersihkan hati kita setiap saat. Bagaimana cara membersihkan hati ?
1. Membersihkan hati itu dengan taubat atau penyesalan dan perubahan diri ketika kita melakukan kesalahan. Taubat berarti kita menyesali perbuatan salah dan khilaf kita dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Taubat harus diiringi dengan istighfar yaitu minta ampun kepada Allah swt atas kesalahan kita serta minta maaf kepada manusia jika kita bersalah kepadanya.
2. Muhasabah. Setelah bertaubat maka kita harus mengiringi dengan muhasabah atau evaluasi diri serta melakukan visualisasi apa akibat kotoran hati bagi pandangan Allah swt terhadap kita atau akibat kotoran hati kita bagi pandangan manusia. Tentu saja kekotoran hati kita akan menjauhkan kita dari ridha dan ampunan Allah, karena Allah swt menyuruh kita untuk membersihkan hati sebagaimana firman-Nya dalam Qur’an Surat Asy Syams “ Beruntunglah orang yang mensucikan dirinya (hati). Dan merugilah orang yang mengotori hatinya”
3. Ibadah yang khusuk dan ikhlas. Setelah kita bertaubat dan istighfar maka maka hati kita harus diisi dengan ibadah kepada Allah. Ibadah ibaratnya air jernih yang akan menyingkirkan dari hati kita kotoran yang melekat kepadanya. Sebagaimana kata Rasulullah saw sesungguhnya shalat itu dapat membersihkan dan mengampuni dosa-dosa diantara waktu-waktu shalat tersebuti kecuali dosa besar yang mesti kita bertaubat agar dapat diampuni Allah swt.
4. Mengisi pikiran kita dengan ilmu yaitu ilmu agama (al qur’an dan sunnah) dan ilmu dunia yang bermanfaat sesuai dengan profesi kita masing-masing. Sebuah ungkapan bijak mengatakan bahwa jika anda memasukan sampah maka sampah juga yang akan keluar. Artinya jika kita membiarkan informasi negative dan buruk yang masuk dalam pikiran dan hati kita, maka apa yang dikeluarkan oleh hati dan pikiran kita juga sesuatu yang buruk dan kotor. Jadi, kalau kita ingin membersihkan hati maka masukkanlah informasi dan ilmu yang positif dalam hati dan pikiran kita. Ilmu yang paling utama harus kita masukkan adalah ilmu agama yang akan menjadi pondasi dan tiang dalam jiwa kita agar tidak goyah dalam menghadapi ilmu dan informasi dunia yang banyak negatifnya. Kita harus mengisi hati kita dengan ayat-ayat Allah swt dan perkataan (hadist) Rasulullah saw yang mengajarkan kita nilai-nilai moral dan spiritual yang mengantarkan kita menjadi pribadi sukses sekaligus mulia. Setelah itu kita isi dengan ilmu-ilmu dunia yang bermanfaat terkait dengan profesi dan minat kita masing-masing seperti ilmu eksak ataupun ilmu-ilmu social dan humaniora baik itu psikologi, pengembangan diri, politik, ekonomi, sejarah, fisika, kimia, teknik, kedokteran dan lain sebagainya.
5. Melakukan dan menyibukkan diri kita dengan amal kebaikan kepada sesame manusia. Setelah kita mengisi hati dan pikiran kita dengan ilmu maka langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah dengan mengamalkan yaitu dengan membantu orang lain yang kesulitan dan membutuhkannya. Membantu orang lain bisa dengna materi maupun non materi. Ketika kita membantu orang lain maka kita sedang membersihkan hati kita dari kedengkian, ketamakan, individualistis dan sikap egoism. Membantu orang lain dapat pula menggugurkan dosa-dosa kita, karena agama mengajarkan siapa yang membantu sesame dan berbuat kebaikan pada sesame akan diampuni dosa dan kesalahannya. Membantu sesame juga mendatangkan pertolongan Allah swt, melapangkan rezki, memudahkan solusi masalah hidup, dan member kebahagiaan sejati dalam hati.
Inilah konsep Istiqamah menuju sukses yang ingin kami sampaikan kepada anda semua. Semoga kita semua dapat mengamalkannya dan membuktikan manfaatnya dalam kehidupan kita. Insya Allah jika kita mengamalkan berdasarkan pengalaman orang-orang sukses yang telah mengajarkan pula kepada penulis konsep ini ataupun pengalaman penulis sendiri, mudah-mudahan manfaat yang sama akan anda rasakan, bahwa anda akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Namun penulis menyadari bahwa konsep ini belum sempurna dan jauh dari sempurna karena ini hanyalah sebagian perenungan dan pengumpulan ide dari lautan ilmu Allah swt yang ada dalam Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya, yang saya yakin jika kita mempelajarinya kita akan mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi dari yang disampaikan disini. Semoga bermanfaat. Salam sukses sejati!!

Tentang boyhadikurniawan

Seorang Trainer, Pembicara, Penulis dan Da'i
Pos ini dipublikasikan di Motivasi, Spiritual. Tandai permalink.

Satu Balasan ke ISTIQAMAH FOR SUCCESS (The Concept to Get Real Success)

  1. Blog's Muda berkata:

    Met sore pak????? Surat apa ya Firman Allah yang menyatakan tentang syukur nikmat???

    Thank’s sebelunbya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s